RSND Undip Catat Sejarah Lewat Operasi VATS Bayi Pertama di Indonesia

  • 06 Jul 2026 16:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro mencatat capaian penting dalam pengembangan layanan bedah anak di Indonesia. Pada Jumat, 26 Juni 2026, tim bedah anak RSND berhasil melakukan tindakan Video-Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) untuk menangani kasus atresia esofagus pada bayi.

Prosedur ini menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia oleh tim bedah anak RSND. Tindakan tersebut dipimpin oleh Dr. dr. Agung Aji Prasetyo, M.Si.Med, Sp.BA bersama tim multidisiplin yang terdiri dari dokter bedah anak, anestesi pediatrik, serta konsultan neonatologi anak.

Keberhasilan ini menandai langkah maju RSND Undip dalam pengembangan layanan bedah anak berbasis teknologi minimal invasif. Tentunya untuk kasus kelainan bawaan yang kompleks pada bayi yang membutuhkan keahlian, ketelitian, serta dukungan fasilitas intensif neonatal dan pediatrik yang memadai.

Dokter Agung menjelaskan, Atresia esofagus merupakan kelainan bawaan yang cukup langka pada bayi. Pada kondisi ini, saluran esofagus atau kerongkongan tidak terbentuk sempurna sehingga bayi tidak dapat menelan dengan baik.

Dalam beberapa kasus, bagian bawah esofagus juga dapat terhubung dengan saluran napas melalui fistula atau saluran abnormal. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan aspirasi, yaitu masuknya cairan, ASI, atau isi lambung ke paru-paru sehingga menyebabkan gangguan pernapasan yang serius pada bayi.

Dokter Agung juga menyebutkan bahwa penanganan atresia esofagus tidak bisa ditunda karena hal ini berhubungan langsung dengan keselamatan bayi. “Pada atresia esofagus, bayi tidak dapat menelan dengan normal. ASI atau cairan yang seharusnya masuk ke saluran cerna dapat kembali dan berisiko masuk ke paru-paru. Karena itu, bayi dengan kondisi seperti ini harus segera mendapatkan pertolongan,” ujar Dokter Agung dalam keterangannya pada Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan atresia esofagus bukan hanya terletak pada tindakan operasi, tetapi juga pada kesiapan sistem pendukung yang menyeluruh. Bayi dengan kondisi tersebut membutuhkan fasilitas NICU/PICU, dokter anestesi anak, konsultan neonatologi anak, perawat terlatih, serta kerja sama tim yang kuat sejak sebelum operasi hingga masa pemulihan.

“Operasi atresia esofagus tidak bisa dikerjakan oleh satu orang saja. Ini pekerjaan tim. Dibutuhkan dokter bedah anak, anestesi pediatrik, konsultan neonatologi anak, perawat, serta fasilitas perawatan bayi yang lengkap. Semua harus berjalan bersama,” jelasnya.

Selama ini, penanganan atresia esofagus di Indonesia umumnya dilakukan melalui pembedahan terbuka (open surgery). Metode tersebut dinilai lebih mudah secara teknis, namun memiliki konsekuensi luka operasi yang lebih besar serta proses pemulihan yang relatif lebih lama. Pada bayi, terutama bayi prematur atau bayi dengan berat badan rendah, tindakan ini memiliki tingkat kesulitan tinggi karena ukuran organ sangat kecil dan berdekatan dengan struktur vital seperti paru-paru, aorta, pembuluh darah besar, saraf, dan saluran napas.

“Esofagus bayi itu sangat kecil, bahkan ukurannya bisa jauh lebih kecil daripada jari kelingking orang dewasa. Letaknya juga berada di bagian belakang rongga dada, berdekatan dengan organ dan pembuluh darah yang penting. Karena itu, setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” tutur Dokter Agung.

Melalui pendekatan VATS, tindakan dilakukan menggunakan kamera dan instrumen khusus melalui sayatan kecil, sehingga memberikan visualisasi yang lebih detail sekaligus meminimalkan trauma jaringan. “Dengan bantuan kamera, struktur anatomi di dalam rongga dada dapat terlihat lebih jelas meskipun ukurannya sangat kecil,” jelas Dokter Agung.

Ke depan, RSND berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas tim medis serta memperluas pemanfaatan teknologi bedah minimal invasif. Capaian ini sekaligus menegaskan peran Universitas Diponegoro melalui RSND sebagai institusi yang aktif mendorong kemajuan ilmu kedokteran serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....