Mahasiswa KKN Undip Ajak Anak-anak Jrakahpayung Praktik Kaligrafi Jepang

  • 18 Agt 2026 00:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, mengenalkan kaligrafi Jepang atau Shodō kepada anak-anak setempat melalui bimbingan belajar interaktif. Kegiatan yang diketuai oleh Ricky Purnomo Bayu Aji ini digagas oleh Noor Annisa Hanan Darojah, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip.

Program ini dihadirkan sebagai upaya memperkenalkan wawasan budaya internasional sejak dini kepada anak-anak desa, tidak hanya berfokus pada materi akademik. Materi disampaikan secara interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami dan antusias mengikuti kegiatan.

“Anak-anak di sini belum banyak yang mengenal budaya Jepang, jadi kami ingin memperkenalkannya lewat sesuatu yang bisa langsung mereka praktikkan, yaitu Shodō,” ujar Noor Annisa Hanan Darojah. Kaligrafi Jepang mengajarkan ketelitian dan konsentrasi, bukan sekadar menulis huruf.

Suasana akrab saat anak-anak berlatih menulis aksara Jepang bersama mahasiswa pendamping. (Foto: Dok. KKN Tim II Undip)

Ia menambahkan, kegiatan diawali dengan penyampaian materi melalui presentasi mengenai teknik dasar Shodō, mulai dari pengenalan alat tulis hingga cara memegang dan menggerakkan kuas. Anak-anak kemudian diajak langsung mempraktikkan penulisan karakter Jepang sederhana menggunakan kuas.

Menurut mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, FIB Undip, antusiasme terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, di mana anak-anak yang semula belum pernah memegang kuas kaligrafi tampak bersemangat menorehkan garis demi garis. Mereka sesekali bertanya kepada mahasiswa pendamping mengenai cara menulis yang benar.

“Kegiatan seperti ini bagus untuk anak-anak, selain belajar hal baru, mereka juga jadi berani mencoba dan lebih fokus,” ujar perwakilan warga Desa Jrakahpayung, Udin Setiawan. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa terus ada.

Kepala Desa Jrakahpayung, Amat Rozikin turut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. “Kami senang anak-anak diperkenalkan dengan budaya asing seperti ini sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan pengenalan Shodō ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Edukasi budaya internasional ini menjadi salah satu upaya memperluas wawasan dan kesempatan belajar bagi anak-anak Desa Jrakahpayung.

Melalui pengenalan kaligrafi Jepang ini, mahasiswa KKN Tim II Undip berharap anak-anak dapat semakin terbuka terhadap budaya asing. Kegiatan ini juga diharapkan mengasah kreativitas dan konsentrasi anak-anak melalui pembelajaran yang menyenangkan.

Program ini dilaksanakan di bawah pengawasan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Drs Dul Muid MSi Akt.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....