Sulap Limbah Botol Plastik Jadi Karya, KKN Undip Kenalkan Pelajar Budaya Mottainai
- 20 Agt 2026 03:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pemalang – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Tim II menghadirkan kegiatan kreatif dengan tema lingkungan yaitu pemanfaatan limbah tutup botol menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kegiatan itu menjadi program kerja yang diinisiasi mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Divanda Kusuma Ningtyas di SDN 3 Sidokare, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, baru-baru ini.
"Kami menggelar edukasi tentang pengelolaan sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna dan bermanfaat lewat konsep budaya Jepang yaitu Mottainai.
Program ini merupakan bagian dari program kerja multidisiplin 2 yang berangkat dari persoalan penumpukan sampah di berbagai titik lokasi jalan Sidokare," kata Divanda.
Menurut dia, mahasiswa KKN Undip berupaya untuk menanamkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sejak dini melalui edukasi kepada siswa SDN 3 Sidokare. Terutama mengenai pentingnya memilah dan memanfaatkan kembali sampah anorganik.
Mengawali rangkaian kegiatan, kata dia, mahasiswa KKN Undip menyampaikan secara interaktif melalui media PowerPoint(PPT). Tim mengajak siswa mengenal dan memahami filosofi Mottainai, yakni memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna dan mengajarkan pentingnya menghargai sesuatu serta tidak menyia-nyiakannya.

Setelah memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan sampah, pihaknya mengajak siswa untuk menerapkan secara langsung konsep Mottainai dengan mengikuti praktik sederhana pembuatan keychain dari tutup botol plastik bekas. Melalui aktivitas tersebut siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan sampah, tetapi juga penerapan pengolahan sampah anorganik menjadi benda yang memiliki nilai guna.
Ia menjelaskan, program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya mengurangi pembuangan sampah dan mendorong pemanfaatan kembali barang yang masih dapat digunakan. Selain itu, kegiatan edukasi kepada siswa juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran nonformal yang menanamkan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Berawal dari kebiasan kecil, Divanda berharap, budaya Mottainai dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kesadaran dan kebiasaan siswa SDN 3 Sidokare. Nilai tersebut diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan menjadi karakter yang peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....