Desalinasi Air Laut Karya Undip Resmi Beroperasi di Nusakambangan

  • 22 Jun 2026 01:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Nusakambangan - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto meresmikan pemanfaatan teknologi penjernihan air laut menjadi air minum karya Universitas Diponegoro (Undip) di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Penyediaan teknologi di Nusakambangan, menjadi langkah penting bagi Undip dalam menghadirkan hasil riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kehadiran teknologi desalinasi ini menjadi solusi atas tantangan ketersediaan air minum yang selama ini dihadapi Nusakambangan. Sebelumnya, kebutuhan air minum bagi penghuni lapas dan petugas di kawasan tersebut harus dipasok dari luar pulau, termasuk dari sumber air pegunungan di wilayah Purwokerto.

Kini, air laut yang melimpah di sekitar Nusakambangan dapat diolah menjadi air layak minum melalui teknologi yang dikembangkan oleh Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, ST., MT. Guru Besar Fakultas Teknik UNDIP. Dalam kunjungannya, Ketua Komisi IV DPR RI mengapresiasi kontribusi Undip dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan air bersih di Nusakambangan.

“Undip ikut bantu di sini, di Nusakambangan yang susah air. Air laut yang sebenarnya kita tinggal ngambil saja, tidak perlu beli air laut. Diolah bisa jadi air bersih yang siap untuk diminum dan siap untuk dipasarkan. Ini inovasi yang luar biasa. Selamat untuk Undip. Mudah-mudahan bisa dikembangkan lagi di daerah-daerah lain,” ujar Siti Hediati Soeharto dalam rilis Minggu 21 Juni 2026.

Rektor Undip yang turut mendampingi kunjungan menyampaikan bahwa peresmian teknologi desalinasi tersebut menjadi bagian penting bagi Undip dalam menghadirkan hasil riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami sangat senang karena kebutuhan air di Nusakambangan ini dapat dipenuhi dari air laut menggunakan mesin desalinasi karya Undip yang dikembangkan Prof. Nyoman dengan memanfaatkan solar panel untuk menghidupkan mesinnya,” kata Rektor Undip Prof Dr Suharnomo SE MSi.

Menurut Rektor, pemanfaatan teknologi desalinasi di Nusakambangan sejalan dengan komitmen Undip untuk terus menghadirkan inovasi yang bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat. Kepercayaan yang diberikan kepada Undip untuk mendukung program strategis nasional melalui teknologi tepat guna akan terus dijaga dan dikembangkan.

Instalasi desalinasi tersebut memiliki kapasitas produksi lebih dari 20.000 liter air minum per hari, jumlah yang mencukupi kebutuhan penghuni lapas dan petugas yang beraktivitas di kawasan Nusakambangan. Selain menghadirkan solusi penyediaan air minum, program ini juga menjadi sarana pemberdayaan warga binaan.

Sebanyak empat warga binaan yang akan segera menyelesaikan masa pidananya telah mendapatkan pelatihan untuk mengoperasikan instalasi tersebut sehingga mampu menjalankan operasional harian secara mandiri.

Kehadiran teknologi desalinasi Undip di Nusakambangan menjadi salah satu contoh nyata hilirisasi hasil riset perguruan tinggi yang tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan ketahanan pangan yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan.

Program ini juga ejalan dengan visi Diktisaintek Berdampak dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung program strategis nasional, Undip terus meneguhkan komitmennya sebagai kampus yang bermartabat dan bermanfaat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....