Jaga Lingkungan Sejak Kini, Kurangi Ancaman Mikroplastik

  • 16 Jul 2026 18:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Mikroplastik menjadi salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang kini semakin mendapat perhatian para peneliti. Partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter tersebut ditemukan di berbagai komponen lingkungan yang dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Mahasiswa Biologi Universitas Diponegoro (Undip), Dhafin Arga Wira, menjelaskan mikroplastik berasal dari pecahan plastik berukuran besar maupun produk yang memang dibuat dalam ukuran sangat kecil. Menurutnya, partikel tersebut dapat berasal dari sampah plastik yang terurai, serat pakaian sintetis, hingga gesekan ban kendaraan.

Dhafin mengatakan mikroplastik tidak hanya ditemukan di laut, tetapi juga di sungai, danau, tanah pertanian, air minum, hingga kawasan perkotaan. "Mikroplastik sebenarnya sudah sangat dekat dengan kehidupan manusia dan ditemukan pada berbagai lingkungan yang sering digunakan," ujarnya di SPADA PRO2 FM RRI Semarang, Jumat, 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan mikroplastik dapat masuk ke rantai makanan melalui organisme kecil di perairan yang kemudian dimakan ikan dan hewan lainnya. Selain itu, partikel mikroplastik juga ditemukan dalam air minum dan sejumlah bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Meski penelitian mengenai dampak jangka panjang masih terus berkembang, paparan mikroplastik dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan manusia. Beberapa studi menunjukkan potensi gangguan pencernaan, peradangan, serta masuknya zat kimia berbahaya yang menempel pada plastik.

Sebagai mahasiswa Biologi, Dhafin melihat masih banyak kebiasaan generasi muda yang tanpa sadar meningkatkan pencemaran plastik. Penggunaan kemasan sekali pakai dan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi faktor yang memperbesar risiko terbentuknya mikroplastik.

Di sisi lain, ia mengapresiasi meningkatnya penggunaan tumbler, tote bag, dan produk ramah lingkungan di kalangan anak muda. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi konsumsi plastik sekali pakai apabila dilakukan secara konsisten.

"Perubahan kecil yang dilakukan banyak orang akan memberikan dampak besar terhadap pengurangan sampah plastik secara berkelanjutan," katanya. Ia menilai kesadaran dan konsistensi masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi pencemaran plastik.

Dhafin juga menyoroti hasil penelitian di Jepang yang menemukan partikel mikroplastik di udara. Temuan tersebut menunjukkan mikroplastik tidak hanya mencemari perairan dan daratan, tetapi juga berpotensi terhirup manusia melalui aktivitas sehari-hari.

Dhafin mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak bersikap egois terhadap masa depan bumi. Ia menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat bermanfaat bagi lingkungan serta kehidupan anak cucu di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....