Teknologi Sederhana Undip Dongkrak Produktivitas Sapi Perah di Boyolali

  • 15 Jul 2026 16:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Boyolali – Tim peneliti Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan sistem penyediaan air minum otomatis untuk sapi perah yang mulai diterapkan di Boyolali. Teknologi sederhana tanpa sensor maupun listrik itu terbukti membantu meningkatkan kesehatan ternak sekaligus mendongkrak produktivitas susu.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program IndoDairy 2 yang didanai Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Program ini dijalankan di Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai bagian dari penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP) untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah rakyat.

Di Boyolali, Undip bersama KUD Mojosongo memasang sistem air minum ad libitum pada 24 peternak percontohan. Melalui sistem ini, sapi dapat mengakses air minum kapan saja tanpa harus menunggu peternak mengisi bak minum secara manual.

Sebelum program diterapkan, sekitar 70 persen peternak di wilayah tersebut belum memiliki tempat minum khusus bagi sapi. Sebagian besar masih menggunakan sistem komboran, yakni mencampurkan air ke dalam pakan konsentrat, sehingga kebutuhan air minum sapi belum terpenuhi secara optimal.

Project Leader Tim IndoDairy Undip, Drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., mengatakan pendampingan kepada peternak tidak hanya berhenti pada pemasangan fasilitas. Program juga mencakup pelatihan, pendampingan teknis, pemantauan selama 18 bulan, serta penguatan kapasitas koperasi dalam manajemen pakan dan budidaya sapi perah.

Sementara itu, perancang utama sistem, Edi Prayitno, S.Pt., M.Si., menjelaskan teknologi tersebut bekerja menggunakan mekanisme floating valve atau katup pelampung yang memanfaatkan prinsip keseimbangan fluida. Ketika permukaan air berkurang karena diminum sapi, katup akan terbuka secara otomatis dan menutup kembali setelah air mencapai ketinggian tertentu.

"Ketika permukaan air turun karena diminum sapi, gaya apung pelampung ikut menurun sehingga katup terbuka dan air mengalir secara otomatis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.

Karena bekerja secara mekanis, sistem ini tidak membutuhkan sensor elektronik, mikrokontroler, pompa otomatis, maupun pasokan listrik. Selain lebih murah dan mudah dirawat, teknologi tersebut juga dirancang sesuai karakteristik kandang sapi perah rakyat sehingga lebih adaptif diterapkan di lapangan.

Ketua KUD Mojosongo, Heni Prihatinningsih, mengungkapkan penerapan sistem air minum ad libitum membawa dampak positif bagi peternak. Selain kondisi sapi terlihat lebih sehat dengan bulu yang lebih halus dan mengilap, sejumlah peternak juga melaporkan kualitas susu membaik dan produksi meningkat hingga sekitar satu liter per ekor per hari.

Melalui inovasi tersebut, Tim IndoDairy Undip berharap teknologi sederhana dapat menjadi solusi nyata bagi peternak sapi perah rakyat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, koperasi, pemerintah, dan peternak diharapkan mampu mendorong pengembangan peternakan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....