Riset Undip Hadirkan Dipo-SpiruTech, Solusi Pakan Lokal untuk Budidaya Udang
- 17 Jul 2026 15:21 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Tim peneliti FPIK Undip mengembangkan Dipo-SpiruTech, inovasi pakan fungsional berbasis Spirulina platensis untuk budidaya udang vaname sepanjang tahun 2026.
- Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan budidaya udang terhadap perubahan iklim dan mengurangi ketergantungan industri pakan nasional terhadap bahan baku impor.
- Proyeksi penggunaan Dipo-SpiruTech mampu meningkatkan efisiensi produksi, menekan tingkat kematian udang hingga 20 persen, dan meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit.
RRI.CO.ID, Semarang – Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan pakan fungsional berbasis Spirulina platensis untuk budidaya udang vaname. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus mengurangi ketergantungan industri pakan nasional terhadap bahan baku impor.
Pengembangan teknologi yang diberi nama Dipo-SpiruTech itu dilaksanakan sepanjang 2026 sebagai bagian dari program hilirisasi hasil penelitian menuju peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari level 6 menuju level 7. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pakan Alami FPIK Undip dan tambak budidaya udang intensif milik mitra penelitian, PT Ghana Utamadi Dhuniara.
Ketua tim peneliti, Dr. Diana Chilmawati, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sektor budidaya udang. Perubahan iklim yang memengaruhi suhu, salinitas, dan kualitas air dinilai meningkatkan risiko serangan penyakit serta tingginya tingkat kematian udang pada sistem budidaya intensif.
"Dipo-SpiruTech bukan sekadar produk pakan, tetapi merupakan platform inovasi berbasis sumber daya hayati lokal yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan budidaya udang Indonesia," ujar Diana melalui keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, Dipo-SpiruTech dikembangkan menggunakan biomassa Spirulina platensis murni dan tepung fikosianin hasil penelitian berkelanjutan. Proses pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari produksi biomassa berkualitas tinggi, formulasi pakan dengan berbagai dosis spirulina, pengujian laboratorium, hingga uji operasional pada sistem budidaya intensif.
Selama penelitian, tim mengevaluasi berbagai parameter pertumbuhan udang, seperti bobot, panjang, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup. Pengujian juga mencakup kondisi fisiologis, sistem imun, serta kualitas air untuk memastikan efektivitas pakan yang dikembangkan.
Anggota tim peneliti, Pranata Candra Perdana Putra, mengatakan inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas. Akan tetapi, juga mendukung keberlanjutan sektor budidaya perikanan.
"Perubahan iklim merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari dalam budidaya udang. Oleh karena itu, inovasi pakan harus mampu meningkatkan kemampuan adaptasi organisme terhadap tekanan lingkungan," katanya.
Tim peneliti memproyeksikan penggunaan Dipo-SpiruTech mampu meningkatkan efisiensi produksi. Selain itu, juga menekan tingkat kematian udang hingga sekitar 20 persen, memperbaiki performa pertumbuhan, serta meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit dan perubahan kualitas lingkungan.
Selain memberi manfaat bagi pembudidaya, inovasi tersebut diharapkan mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi menjadi produk komersial nasional yang berdaya saing. Pengembangan Dipo-SpiruTech juga mendukung penguatan ekonomi biru serta upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan inovasi berbasis sumber daya hayati lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....