Embung Unnes Jadi Ruang Publik Pendukung Literasi dan Inovasi Mahasiswa

  • 02 Jun 2026 06:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Embung Universitas Negeri Semarang (Unnes) tidak lagi hanya berfungsi sebagai kawasan pengendali banjir. Berlokasi di sebelah timur Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), tepat di samping Masjid Ulul Albab Unnes, kawasan ini kini berkembang menjadi ruang publik yang mendukung berbagai aktivitas mahasiswa.

Setiap sore, area embung ramai dikunjungi mahasiswa dari berbagai fakultas. Mereka memanfaatkan ruang terbuka tersebut untuk berdiskusi, mengerjakan tugas, membaca buku, hingga mengembangkan dan menguji teknologi untuk proyek akademik.

Suasana yang terbuka dan nyaman menjadi alasan utama mahasiswa memilih embung sebagai tempat berkegiatan di luar ruang kelas. Beragam aktivitas tersebut menunjukkan bahwa fungsi embung telah berkembang menjadi pusat interaksi dan pembelajaran mahasiswa.

Pemanfaatan embung sebagai ruang publik juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 11 tentang kota serta permukiman yang berkelanjutan.

Salah satu kegiatan yang rutin digelar di kawasan embung adalah “Sore Baca”, lapak baca buku gratis yang diinisiasi dua mahasiswa pecinta literasi. Kegiatan yang berlangsung setiap Sabtu itu semakin diminati mahasiswa karena lokasinya yang strategis dan mudah diakses.

“Kami berharap kegiatan di tempat terbuka ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Orang yang awalnya hanya melihat bisa tertarik untuk membaca sehingga literasi masyarakat meningkat,” kata salah satu penggagas kegiatan, Radif.

Selain kegiatan literasi, kawasan embung juga dimanfaatkan oleh Senopati Team dari Fakultas Teknik untuk menguji robot kapal hasil rancangan mereka. Pengujian tersebut kerap menarik perhatian mahasiswa yang sedang berada di sekitar embung.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023, Leo, menilai embung memiliki peran penting sebagai ruang publik kampus. Keberadaan berbagai aktivitas juga menjadikan embung sebagai sarana memperkenalkan hasil karya dan inovasi mahasiswa kepada sivitas akademika.

“Embung bisa menjadi tempat berkumpul mahasiswa. Di sana ada gazebo yang bisa digunakan untuk berdiskusi, mengerjakan tugas bersama, dan kegiatan lainnya,” katanya.

Hal serupa disampaikan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023, Syifa. Menurutnya, embung menjadi tempat yang nyaman untuk melepas penat setelah perkuliahan maupun melakukan kegiatan komunitas.

“Aku sering membaca buku di sana. Pernah juga berdiskusi di gazebo bersama teman-teman komunitas karena tempatnya cukup mendukung untuk kegiatan seperti itu,” katanya.

Melalui berbagai aktivitas yang berlangsung, Embung Unnes tidak hanya berfungsi sebagai area rekreasi. Akan tetapi, juga menjadi ruang publik yang mendukung interaksi sosial, pembelajaran, kreativitas, serta pengembangan inovasi mahasiswa. (NA/RAR/ARP/MEA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....