Tradisi Iriban Warnai Penanaman Sabuk Hijau, Cegah Longsor di Desa Keji

  • 09 Agt 2026 02:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang - Kearifan lokal nusantara terbukti dapat berjalan beriringan dan menjadi instrumen ampuh dalam upaya pelestarian lingkungan serta mitigasi bencana alam. Hal ini secara nyata tecermin dalam pelaksanaan program Green Buffer Village yang memadukan unsur ekologi dan tradisi luhur penduduk lokal di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Secara geografis, kawasan Ungaran Barat dikenal memiliki topografi perbukitan dengan kemiringan lereng yang bervariasi.

Kondisi ini menjadikannya sebagai salah satu titik yang cukup rentan terhadap pergerakan tanah atau musibah tanah longsor, terutama ketika intensitas curah hujan sedang tinggi. Merespons kerentanan tata ruang tersebut, kegiatan tim PPK Ormawa PSC FH Unnes ini difokuskan pada rekayasa lingkungan melalui pembuatan sabuk hijau (green belt) atau area penyangga ekologis di kawasan-kawasan yang telah teridentifikasi masuk dalam zona merah rawan bencana.

Bersama dengan puluhan warga setempat yang antusias, tim mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk menanam vegetasi khusus penahan longsor, yakni pohon vetiver dan kaliandra. Ketua Pelaksana PPK Ormawa PSC FH Unnes, Ahmad Kamalludin Sihombing menuturkan, pemilihan rumput vetiver dan pohon kaliandra bukanlah tanpa perhitungan matematis dan ilmiah.

"Dalam literatur konservasi tanah dan air, kedua jenis tanaman ini sangat direkomendasikan. Akar serabut vetiver mampu menembus tanah secara vertikal dengan sangat dalam dan masif, berfungsi bak jaring kawat baja alami yang mengikat agregat tanah," ungkapnya.

Sementara itu, kaliandra dikenal sebagai tanaman pionir yang cepat tumbuh dan mampu merehabilitasi lahan kritis, sehingga sangat efektif mengunci struktur tanah di lereng yang curam agar tidak mudah tergerus oleh limpasan air hujan. Menariknya, agenda penanaman sabuk hijau ini tidak berdiri sendiri sebagai intervensi program akademis semata, melainkan diintegrasikan secara harmonis dengan Iriban.

"Iriban merupakan tradisi luhur turun-temurun masyarakat Desa Keji yang berakar pada semangat gotong royong. Dalam tradisi Iriban, seluruh elemen warga desa berkumpul secara komunal untuk membersihkan, merawat, dan menjaga debit mata air yang menjadi urat nadi kehidupan serta sumber air bersih utama bagi warga sekitar," ungkapnya.

Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam tradisi ini menunjukkan pendekatan advokasi yang humanis dan sangat menghargai nilai-nilai sosiokultural masyarakat setempat. Pendekatan sosial-budaya ini sengaja dipilih dan dirancang sejak awal agar program konservasi yang dibawa oleh mahasiswa dapat lebih mudah diterima, diadaptasi, dan yang paling penting, dirawat secara mandiri oleh warga ke depannya.

"Kegiatan ini kami laksanakan dengan memadukan unsur mitigasi bencana dan pelestarian budaya lokal, kami menyadari bahwa menjaga alam tidak bisa hanya lewat teori di atas kertas, tapi harus menyatu dengan denyut kebiasaan masyarakat. Harapannya, inisiatif sabuk hijau ini ke depannya semoga bisa mewujudkan Desa Keji yang tangguh bencana secara mandiri," ungkap Ahmad di sela-sela kegiatan penanaman.

Dalam kerangka program pengabdian yang berdimensi jangka panjang ini, kata dia, tim PPK Ormawa PSC tidak hanya melakukan penanaman simbolis. Mereka telah mengalokasikan dan menyiapkan total 1.000 bibit pohon vetiver dan kaliandra khusus untuk disalurkan ke desa tersebut.

Sebagai langkah awal yang menandai peluncuran Green Buffer Village, sebanyak 50 bibit telah ditanam secara serentak bersama warga pada hari itu. Sisa 950 bibit lainnya telah dijadwalkan untuk didistribusikan dan ditanam secara bertahap, menyasar berbagai titik rawan longsor dan bantaran sungai lainnya di penjuru Desa Keji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....