PPK-ORMAWA Unnes Dorong Desa Peron Mitigasi Longsor Lewat Terasering

  • 08 Agt 2026 16:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-ORMAWA) BEM FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyelenggarakan Sosialisasi Pembuatan Terasering dan Irigasi pada Selasa (4/8/2026) di Desa Peron, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat konservasi lingkungan melalui pembangunan terasering dan sistem irigasi sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana longsor.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tercatat sebanyak 367 peserta mengikuti sosialisasi yang melibatkan masyarakat Desa Peron, tim pelaksana PPK-ORMAWA BEM FMIPA Unnes, Kepala Desa beserta perangkat desa, Kepala Dusun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, dosen pendamping, Bhabinkamtibmas, PKK, Karang Taruna, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Sosialisasi ini menjadi ruang bersama untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan kawasan lereng tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian. Namun juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana di wilayah perbukitan.

Dosen Pendamping PPK-ORMAWA BEM FMIPA UNNES Abdul Jabbar S.Si., M.Ling mengapresiasi tingginya keterlibatan masyarakat yang hadir selama kegiatan berlangsung. Dukungan masyarakat menjadi modal utama dalam keberhasilan setiap program pengabdian.

"Antusiasme masyarakat sangat besar. Dalam artian, program dan tujuan yang kami bawa benar-benar mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan meriah. Kami juga menggandeng DLH dan BPBD Kabupaten Kendal karena ruang kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan sosialisasi ini," katanya dalam keterangan tertulis Sabtu 8 Agustus 2026.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting agar program konservasi tidak berhenti pada tataran sosialisasi, tetapi mampu diwujudkan dalam aksi nyata bersama masyarakat.

Materi sosialisasi menitikberatkan pada pentingnya penerapan terasering dan sistem irigasi sebagai upaya konservasi tanah dan air. Selain menjaga produktivitas lahan, kedua metode tersebut dinilai mampu memperlambat aliran permukaan, mengurangi erosi, serta memperkuat ketahanan kawasan terhadap ancaman longsor.

Hidayat Edi Nugroho, perwakilan BPBD Kabupaten Kendal yang turut hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa konservasi lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengurangan risiko bencana.

"Sosialisasi hari ini berjalan dengan lancar karena kami diminta untuk mengawal materi mengenai terasering dan irigasi oleh adik-adik PPK-ORMAWA. Kami sangat terbuka untuk mendukung berbagai pendekatan konservasi sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana longsor," jelasnya.

Keterlibatan mahasiswa dalam menginisiasi edukasi kepada masyarakat, lanjutnya, menjadi langkah positif dalam membangun budaya sadar bencana yang dimulai dari pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik pembuatan terasering dan pengelolaan irigasi, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sosialisasi yang diikuti 367 peserta tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. PPK-ORMAWA BEM FMIPA UNNES berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut sehingga Desa Peron mampu menjadi kawasan yang lebih lestari, produktif, dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana longsor melalui pendekatan konservasi yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....