Undip Implementasikan Zero Waste lewat Edukasi Pemilahan Sampah
- 10 Apr 2026 15:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Diponegoro(Undip) mempercepat implementasi program Zero Waste melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampus Undip Tembalang. Program ini menjadi bagian dari target 100 hari kerja yang kini memasuki tahap operasional.
Wakil Rektor II Undip, Dr. Warsito Kawedar, menegaskan pengelolaan sampah tidak lagi bergantung pada pihak luar. Setiap unit kerja diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri.
“Undip tengah membangun sistem pengelolaan berbasis titik-titik satelit, di mana sampah dipilah dan ditangani langsung dari sumbernya sebelum menuju fasilitas pengolahan terpusat,” jelasnya melalui siaran pers, Jumat 10 April 2026.
Kegiatan yang digelar pada Rabu, 1 April 2026 lalu tersebut diinisiasi UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dan melibatkan berbagai unit kerja. Peserta terdiri dari pimpinan, manajer, supervisor, serta pengelola sampah dari SUKPA.
Peserta dibekali pemahaman terkait klasifikasi sampah. Mulai dari organik, anorganik, residu, hingga limbah B3.
Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya soal teknis. Perubahan kebiasaan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik karena kedua jenis sampah tersebut memiliki jalur pengolahan yang berbeda. “Kalau pemilahan dari sumber tidak berjalan, maka sistem yang kita bangun tidak akan optimal,” ucapnya.
Kepala UPT K3L Undip, Dr. Bina Kurniawan, menyatakan program Zero Waste kini sudah memasuki tahap implementasi. Pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri dengan target mengurangi pengiriman ke TPA.
Ia menambahkan pemilahan sampah masih perlu diperkuat. Terutama pada kategori residu yang belum tertangani optimal.
“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama. Kita ingin membangun budaya baru di Undip, di mana setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya,” katanya.
Selain itu, Undip juga memperkenalkan teknologi pirolisis sebagai solusi pengolahan sampah plastik. Teknologi ini mampu mengolah plastik tertentu menjadi bahan bakar minyak.
Sementara, Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro bersama Tim Pyroenergy menjelaskan pentingnya pemilahan jenis plastik sejak awal. Hal ini diperlukan agar proses pengolahan berjalan optimal.
Pendekatan ini menunjukkan sampah dapat menjadi sumber daya. Pengelolaan yang tepat dinilai mampu memberikan manfaat berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....