Undip dan UTM Malaysia Kembangkan Riset Teknologi Membran

  • 08 Sep 2026 12:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Sedikitnya tujuh manuskrip mahasiswa dan dosen Universitas Diponegoro (Undip) dinilai siap disubmit ke jurnal ilmiah setelah mendapat review dari pakar Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Capaian tersebut menjadi hasil kolaborasi internasional Program Studi Doktor Sains dan Matematika (DSM), Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip melalui program Adjunct Professor.

Program Adjunct Professor bertema “Hollow Fiber Technology for Separation and Waste Treatment” berlangsung pada 29 Agustus–3 September 2026 dengan menghadirkan Prof. Mohd Hafiz Ottman, Ph.D. dari UTM. Akademisi tersebut memiliki rekam jejak riset internasional dengan h-index 88.

Kolaborasi penelitian diperkuat melalui joint supervision bagi mahasiswa S1, S2, dan S3. Prof. Hafiz memberikan masukan terhadap penelitian mahasiswa sekaligus melakukan review terhadap manuskrip yang akan dipublikasikan. Sedikitnya tujuh manuskrip mahasiswa dan dosen, terutama dari mahasiswa S3, dinilai telah siap untuk disubmit setelah mendapatkan review dan penyempurnaan dari pakar UTM.

Selain penelitian, pengalaman Prof. Hafiz sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana UTM dimanfaatkan untuk memberikan pelatihan dan diskusi mengenai manajemen program studi S2 dan S3. Para pengelola program studi mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pengelolaan pendidikan pascasarjana.

Penguatan kapasitas akademik juga dilakukan melalui pelatihan editor jurnal FSM Undip yang diikuti editor dari berbagai bidang keilmuan. Dari bidang kimia hadir editor Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi dan Greensphere, bidang biologi diwakili editor Anfis, serta editor dari bidang matematika (JFMA) dan statistika (Gaussian).

Rangkaian kegiatan dilengkapi kuliah umum yang dihadiri sekitar 220 peserta, terdiri atas mahasiswa S1, S2, S3, serta dosen Kimia FSM Undip. Kuliah umum dibuka oleh Dekan FSM Undip Prof. Dr. Kusworo Adi, sedangkan Ketua Program Studi Kimia Prof. Adi Darmawan, Ph.D., turut memberikan sambutan.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Prodi Doktor Sains dan Matematika FSM Undip, Prof. Dr. Muhammad Cholid Djunaidi, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya membangun jejaring internasional dengan universitas bereputasi dunia. “Sudah semestinya Prodi Doktor Sains dan Matematika memperkuat jejaring internasional dengan universitas top dunia seperti UTM Malaysia. UTM memiliki posisi yang sangat baik dalam QS World University Rankings dan pantas dijadikan mitra strategis. Apalagi Prof. Hafiz memiliki h-index yang sangat tinggi, yaitu 88,” ujar Prof. Cholid dalam rilis Selasa 8 September 2026.

Menurut Prof. Cholid, kolaborasi internasional yang dibangun DSM tidak hanya diarahkan pada kegiatan akademik, tetapi harus menghasilkan riset bersama, publikasi internasional, joint supervision, pengembangan inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penguatan kerja sama tersebut kemudian ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Prodi Doktor Sains dan Matematika (DSM), Prodi Kimia, serta FSM Undip dengan UTM Malaysia.

Penandatanganan IA dilakukan oleh perwakilan UTM Prof. Mohd Hafiz Ottman, Ph.D., dan Dekan FSM Undip Prof. Dr. Kusworo Adi. IA tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengembangan teknologi.

Salah satu agenda unggulan dalam kolaborasi tersebut adalah workshop pembuatan hollow fiber yang bekerja sama dengan Laboratorium MerCy milik Prof. Dr. Rer. Nat. Heru Susanto, M.Si., di bawah Laboratorium Terpadu Undip yang diketuai Dr. Titik, M.Sc. Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam pembuatan membran berkatalis, baik berbentuk flat membrane maupun hollow fiber membrane.

Teknologi membran tersebut berpotensi dikembangkan untuk berbagai aplikasi, terutama teknologi pemisahan dan pengolahan limbah (waste treatment), termasuk bidang kesehatan seperti teknologi hemodialisis. Produksi membran berbentuk flat dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik Departemen Kimia FSM Undip, sedangkan pengembangan hollow fiber menjadi bagian dari penguatan riset teknologi membran melalui kolaborasi Undip dan UTM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....