Program KKN Undip, Mahasiswa Ajarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Budaya Jepang
- 18 Agt 2026 14:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, yang diketuai Ricky Purnomo Bayu Aji, menyelenggarakan program edukasi pengelolaan sampah berbasis budaya Jepang, baru-baru ini. Program ini digagas oleh Noor Annisa Hanan Darojah, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip, dengan sasaran kepala keluarga, ibu rumah tangga, pemuda, dan perangkat desa.
Noor Annisa mengatakan, kegiatan ini diinisiasi sebagai respons atas masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Berdasarkan hasil observasi, sebagian masyarakat Desa Jrakahpayung masih membakar sampah rumah tangga dan belum melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya.
Ia menjelaskan, program ini sengaja dirancang dengan mengadaptasi nilai budaya Jepang agar lebih mudah diingat dan diterapkan masyarakat. “Kami ingin mengemas edukasinya dengan cara berbeda dan menarik, yaitu melalui nilai budaya Jepang seperti Mottainai dan Gomi Zero, supaya pesannya lebih membekas bagi warga,” ujarnya.
Menurut dia, pelaksanaan program diawali dengan observasi kondisi pengelolaan sampah serta pengumpulan informasi mengenai kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah. Hasil observasi tersebut menjadi dasar penyusunan materi edukasi yang mengadaptasi konsep Mottainai (tidak menyia-nyiakan) dan Gomi Zero (nol sampah).
Pihaknya mengemukakan, materi tersebut dituangkan dalam bentuk banner berisi informasi mengenai pentingnya pemilahan sampah, dampak pembakaran sampah, serta ajakan menjaga kebersihan lingkungan. Banner dipasang pada lokasi yang mudah dijangkau masyarakat agar dapat dimanfaatkan sebagai media informasi sekaligus pengingat bagi warga.
Melalui pendekatan edukatif yang mengadaptasi nilai budaya asing, kata dia, mahasiswa KKN berupaya menumbuhkan kesadaran hukum dan lingkungan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja multidisiplin yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Jrakahpayung.

Noor Annisa mengungkapkan, kehadiran banner edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya kebiasaan mengelola sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di tengah masyarakat desa. Program ini dilaksanakan di bawah pengawasan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Drs Dul Muid MSi Akt.
Kepala Desa Jrakahpayung, Amat Rozikin, menyambut baik kehadiran media edukasi tersebut. “Adanya banner ini sangat membantu kami untuk terus mengingatkan warga soal pentingnya memilah sampah dan tidak membakarnya sembarangan,” ungkapnya.
Ia berharap apa yang diajarkan bisa terus diterapkan secara berkelanjutan oleh warga desa. Program ini turut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-11, Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta tujuan ke-12, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....