Pemkab Rembang Dorong Pemanfaatan Drone untuk Penyemprotan Pestisida

  • 20 Feb 2026 04:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu inovasi yang kini dioptimalkan adalah penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida, pemupukan, hingga perawatan tanaman.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengatakan, drone pertanian menjadi alat baru yang dihadirkan untuk membantu petani meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan.

Drone ini salah satu alat baru. Untuk pemupukan bisa, untuk pestisida bisa, untuk perawatan tanaman juga bisa,” ujarnya.

Saat ini, Pemkab Rembang telah memiliki tujuh unit drone pertanian yang siap dioperasikan. Armada tersebut akan melayani wilayah barat, tengah, hingga timur Kabupaten Rembang, sehingga jangkauan layanan lebih merata.

“Kita sudah punya tujuh unit. Nanti segera dioptimalkan untuk melayani area wilayah barat, timur, maupun tengah,” ucap Agus.

Ia berharap kehadiran drone mampu membantu petani menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil produksi. Dari sisi efektivitas, penggunaan drone dinilai lebih cepat dibandingkan metode manual.

“Kalau manual tentu lebih lama. Dengan drone lebih cepat. Hama yang ada di bawah tanaman juga bisa terjangkau karena ada hembusan angin dari baling-baling sehingga cairan bisa menyebar merata,” jelasnya.

Teknologi tersebut juga dirancang aman bagi tanaman. Kekuatan semprotan dan ketinggian terbang dapat disesuaikan dengan umur serta kondisi tanaman, sehingga tidak merusak batang maupun perakaran.

Sementara itu, salah satu manajemen Unit Jasa Pelayanan (UPJA) Alsintan Kabupaten Rembang, Suheriyanto Andri Wahyudi, menuturkan drone pertanian mulai digunakan di Dintanpan pada 2025. Sebelum dioperasikan, para calon pilot drone mengikuti pelatihan khusus.

Setelah dinyatakan lulus, mereka baru diperbolehkan mengoperasikan drone untuk membantu petani mengatasi serangan hama. Ia menyebutkan, tarif sewa drone saat ini sebesar Rp200 ribu per hektare.

Namun, terdapat tambahan biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi. Sebab, pengangkutan drone dan perlengkapannya menggunakan kendaraan seperti Viar atau kendaraan roda tiga.

Dari tujuh unit yang dimiliki, empat di antaranya merupakan drone merek Ferto yang diterima melalui program Petani Milenial. Drone tersebut memiliki kapasitas tangki 17 liter untuk cairan pestisida, serta mampu membawa pupuk hingga 10 kilogram untuk pemupukan.

"Permintaan layanan drone cukup tinggi, terutama bagi petani yang mengelola lahan lebih dari satu hektare. Penyemprotan menggunakan drone sangat membantu, khususnya pada fase padi bunting tua," ujarnya.

Pada Februari ini, mayoritas tanaman padi musim tanam pertama (MT-1) di wilayah Rembang mulai memasuki fase keluar malai. Oleh karena itu, penyemprotan difokuskan pada pemberian nutrisi seperti MKP, KCL cair, serta fungisida dan pestisida untuk mengendalikan hama belalang dan ulat. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....