Pengurangan Dana Desa, Pemkab Pastikan Penanganan Stunting Tetap Berjalan
- 25 Feb 2026 15:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang- Pengurangan anggaran Dana Desa tahun 2026 yang mencapai sekitar 70 persen berdampak pada sejumlah program prioritas di tingkat desa, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak dengan kasus stunting. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan bersinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan penanganan tetap berjalan.
Hal tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik Puskesmas Pancur yang digelar Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Pancur, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta sejumlah organisasi masyarakat.
Kepala Puskesmas Pancur, dr. Trianovi Puspasari, mengatakan selama ini PMT pencegahan stunting dibiayai melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas. Sasaran program meliputi ibu hamil berisiko tinggi, anak dengan gizi buruk (wasting), anak berat badan kurang (underweight), serta anak gagal tumbuh (weight faltering), yang dananya dikelola oleh tim desa.
“Sedangkan PMT stunting menjadi tanggung jawab desa dan diberikan selama tiga bulan. Karena ada keluhan minimnya anggaran desa, kami konsultasikan dengan Dinas Kesehatan, hasilnya, puskesmas akan segera bersinergi dan berkomunikasi dengan SPPG,” ujar dr. Trianovi.
Ia menjelaskan, tahun ini SPPG didorong memperluas sasaran layanan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Puskesmas akan mengusulkan agar kuota balita diprioritaskan untuk kasus stunting.
"Balita stunting yang sebelumnya ditangani desa, nantinya bisa ditangani SPPG. Sementara balita non-stunting untuk pencegahan tetap didukung dari BOK Puskesmas,” katanya.
Pada 2026, alokasi BOK Puskesmas Pancur meningkat dua kali lipat, dari Rp250 juta pada 2025 menjadi rata-rata Rp500 juta. Anggaran tersebut untuk mendukung 23 desa di Kecamatan Pancur.
Dengan peningkatan anggaran itu, pemberian PMT ditargetkan mulai April 2026, lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya yang baru dimulai Agustus. Penambahan anggaran juga berdampak pada bertambahnya jumlah sasaran penerima.
Pada 2025, penerima PMT dari dana BOK Puskesmas Pancur tercatat 440 orang. Jumlah itu terdiri atas 16 ibu hamil, 88 anak gizi buruk, 81 anak berat badan kurang, dan 255 anak gagal tumbuh.
Kepala Desa Pohlandak, Mundasir, berharap kolaborasi dengan SPPG menjadi solusi atas keterbatasan Dana Desa. “Mudah-mudahan nanti tercukupi, karena masalah kesehatan menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah kabupaten ataupun desa saja,” ujarnya. (Mif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....