Tiga Remaja Pelaku Pembuat Konten Pocong TikTok di Sragen Diamankan Polisi

  • 29 Mei 2026 09:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Sragen – Konten live TikTok bertema pocong yang dibuat tiga pelajar di Kabupaten Sragen demi mengejar viralitas berujung diamankan polisi. Aksi yang sempat meresahkan warga itu dilakukan di sejumlah titik kota hingga kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder, Kamis, 28 Mei 2026 dini hari.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengimbau generasi muda tidak membuat konten media sosial yang menimbulkan keresahan masyarakat. Ruang digital, menurutnya, perlu digunakan secara positif dan bertanggung jawab.

“Ruang digital harus digunakan secara positif, kreatif dan bertanggung jawab. Bukan untuk membuat kepanikan di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Artanto.

Ia mengatakan, konten yang menimbulkan keresahan publik dapat berdampak luas terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Bahkan, situasi semacam itu berpotensi memicu kecelakaan maupun tindakan kriminal akibat kesalahpahaman.

“Kami meminta para orang tua, sekolah dan lingkungan masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak. Jangan sampai tren membuat konten ekstrem demi viral justru membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Kasus tersebut mencuat setelah tiga pelajar membuat siaran langsung TikTok bertema “pocong jadi-jadian” di Sragen. Salah satu pelaku mengenakan kostum menyerupai pocong, sementara rekannya menyiarkan aksi tersebut secara langsung.

Sementara, Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menjelaskan peristiwa bermula pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ketiga pelajar berkumpul di sebuah rumah di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang.

Dari lokasi tersebut, mereka mulai menyiapkan atribut dan kostum pocong untuk konten media sosial. Sekitar pukul 22.30 WIB, siaran langsung TikTok mulai dilakukan.

Dengan menggunakan sepeda motor, rombongan berkeliling menuju sejumlah titik di pusat Kota Sragen. Lokasi yang disinggahi antara lain Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro, hingga kawasan Terowongan Rel Timur Pasar Bunder.

Area terowongan dipilih karena dianggap sepi dan mampu menciptakan suasana mencekam bagi penonton. Dalam waktu singkat, siaran langsung tersebut ditonton ratusan pengguna TikTok.

Namun, aksi itu tidak berlangsung lama setelah polisi melakukan patroli dan pemantauan media sosial. Ketiga pelajar akhirnya diamankan anggota Sat Intelkam Polres Sragen di kawasan terowongan.

Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial RA (17), RG (17), dan JS (17). Polisi menyebut tidak ditemukan motif pidana lain selain keinginan meningkatkan popularitas akun dan gift monetisasi TikTok.

Meski demikian, polisi menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sepele. Penggunaan kostum menyeramkan di lokasi sepi dikhawatirkan memicu keresahan dan potensi penyalahgunaan untuk tindak kriminal.

“Kami mengedepankan pembinaan terhadap anak-anak ini dengan melibatkan orang tua dan sekolah. Harapan kami, kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bahwa kebebasan bermedia sosial tetap memiliki batas dan tanggung jawab,” ujar AKBP Dewiana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....