Satu Barisan di Hari Kemerdekaan, Kisah Mahasiswa KKN Undip di Desa Sodong
- 18 Agt 2026 07:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Pagi itu, suasana Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terasa berbeda. Di antara masyarakat yang mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sepuluh mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) berdiri dalam satu barisan sebagai petugas upacara, Senin, 17 Agustus 2026.
Mereka datang dari latar belakang daerah yang berbeda. Ada yang berasal dari Sumatera hingga Sulawesi. Sebanyak tujuh mahasiswa perempuan dan tiga laki-laki pagi itu menjalankan tugas bersama, menyatukan langkah dalam sebuah upacara yang menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di Desa Sodong.
Bagi sebagian besar mahasiswa, momen tersebut bukan sesuatu yang biasa. Menjadi petugas upacara merupakan pengalaman pertama yang harus mereka jalani selama berada di lokasi KKN.
Persiapan pun dilakukan dalam waktu relatif singkat. Selama sekitar satu pekan, para mahasiswa berlatih untuk memastikan setiap tugas dapat dijalankan dengan baik saat hari pelaksanaan.
Salah satunya Nurlia, mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas Undip asal Sulawesi. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika mendapat tugas tersebut karena belum pernah menjadi petugas upacara sebelumnya.
“Agak grogi karena pengalaman pertama. Alhamdulillah bisa lancar dan berkesan saat jadi petugas upacara di lokasi KKN,” ujar Nurlia.
Bagi Nurlia, pengalaman tersebut menjadi cerita tersendiri yang akan dibawa pulang setelah masa KKN berakhir. Datang dari Sulawesi untuk menjalani pengabdian di Batang, ia justru mendapat kesempatan berdiri bersama masyarakat Desa Sodong dalam peringatan hari kemerdekaan.
Pengalaman itu juga memperlihatkan bagaimana kegiatan KKN tidak hanya berlangsung melalui program kerja yang telah disiapkan mahasiswa. Selama berada di desa, mereka ikut berbaur dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat.
Kepala Desa Sodong, Moh. Tarmolah, mengatakan kesempatan menjadi petugas upacara diberikan karena para mahasiswa telah menunjukkan keterlibatan dan membangun kedekatan dengan masyarakat selama menjalani KKN. “Jadi kami beri kesempatan untuk ikut mengambil bagian dalam upacara,” ujar Tarmolah.
Menurutnya, sebagian besar mahasiswa memang belum memiliki pengalaman sebagai petugas upacara. Oleh karena itu, mereka perlu menjalani latihan selama kurang lebih satu pekan sebelum pelaksanaan.
“Alhamdulillah bisa melaksanakan tugas dengan baik. Upacaranya berjalan lancar,” katanya.
Pada hari pelaksanaan, para mahasiswa mengenakan seragam upacara dan menjalankan tugas masing-masing hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Mereka berdiri bersama masyarakat dan unsur pemerintah Desa Sodong dalam suasana peringatan kemerdekaan yang berlangsung khidmat.
Bagi para mahasiswa, menjadi petugas upacara menjadi pengalaman lain selama menjalani KKN. Mereka tidak hanya datang untuk menjalankan program pengabdian, tetapi juga mendapat kesempatan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Sepuluh mahasiswa dari berbagai daerah itu akhirnya menemukan satu pengalaman yang sama di Desa Sodong, yakni berada dalam satu barisan, menjalankan tugas bersama, dan merayakan kemerdekaan di tengah masyarakat. Sebuah pengalaman sederhana, tetapi mungkin menjadi salah satu cerita yang paling berkesan untuk dibawa pulang dari Desa Sodong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....