Bank Sampah Berkembang, Pendapatan Pengepul Barang Bekas Menurun
- 04 Jun 2026 11:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, pengepul barang bekas seperti Husein tetap bertahan mencari nafkah dari botol plastik dan kertas bekas. Pria berusia 32 tahun itu setiap hari berkeliling mengumpulkan barang bekas yang kemudian dijual kembali ke pengepul yang lebih besar di kawasan Pasar Johar, Semarang.
Husein rata-rata mampu mengumpulkan satu karung botol plastik dan kertas bekas dalam beberapa hari. Hasil pengumpulan tersebut menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pria lajang ini.
Menurut Husein, barang bekas yang dikumpulkannya akan masuk ke rantai daur ulang sebelum akhirnya dikirim ke pabrik pengolahan. "Material tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan dasar baru yang harganya lebih mahal," katanya Rabu 3 Juni 2026
Namun, dalam beberapa tahun terakhir pendapatannya mengalami penurunan. Keberadaan bank sampah yang semakin banyak di lingkungan masyarakat membuat sebagian sampah bernilai ekonomi kini langsung dikelola oleh warga melalui kelompok bank sampah.
Kondisi tersebut berdampak pada jumlah barang bekas yang bisa dikumpulkan. Jika sebelumnya hasil penjualan cukup menjanjikan, kini pendapatan yang diperoleh Husein setiap hari umumnya tidak lebih dari Rp50 ribu rupiah setiap harinya
"Iya sekarang agak sulit tidak sampai Rp. 50 ribu rupiah setiap hari. Sekarang masyarakat mengumpulkan sendiri kemudian disetor ke bank sampah," ungkapnya
Meski demikian, Husein tetap menjalani pekerjaannya sebagai pengepul barang bekas. Ia berharap kesadaran masyarakat untuk memilah sampah terus meningkat sehingga sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali dan mendukung upaya pengurangan limbah melalui proses daur ulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....