Konsumsi Ikan Masih Rendah, Jateng Perkuat Distribusi Ikan Segar

  • 30 Sep 2026 18:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Produksi ikan di Jawa Tengah mencapai hampir satu juta ton per tahun, namun konsumsi masyarakat masih jauh di bawah kapasitas produksi tersebut. Kondisi ini mendorong Pemprov Jawa Tengah memperkuat distribusi ikan segar ke wilayah tengah agar konsumsi ikan warga meningkat.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan tantangan utama bukan hanya soal ketersediaan maupun harga ikan. Kebiasaan masyarakat yang lebih memilih daging dan ayam dibanding ikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Menurutnya, kondisi tersebut terlihat di sejumlah wilayah tengah Jawa Tengah seperti Solo dan Boyolali. Masyarakat di daerah tersebut lebih akrab dengan ikan olahan atau ikan awetan dibanding ikan segar.

“Inilah yang harus kita gerakkan. Bagaimana ikan-ikan segar bisa masuk ke tengah Jawa Tengah,” ujarnya saat Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 30 September 2026.

Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah akan memperkuat rantai distribusi ikan dari kawasan pesisir menuju daerah tengah. Pelaku usaha perdagangan juga didorong terlibat agar hasil tangkapan dan budidaya ikan lebih mudah menjangkau masyarakat.

Sumarno menjelaskan produksi ikan budidaya Jawa Tengah saat ini mendekati 500 ribu ton per tahun. Sementara hasil tangkapan laut juga berada di kisaran 500 ribu ton, sedangkan konsumsi masyarakat baru sekitar 400 ribu ton.

“Produksi kita sebenarnya bisa memenuhi. Kita konsumsinya baru 400 ribu ton. Banyak yang keluar, karena dari Jawa Tengah banyak yang diekspor, ada ke Jepang, ada ke Eropa,” katanya.

Tidak sedikit komoditas perikanan unggulan Jawa Tengah yang justru lebih banyak dipasarkan ke luar daerah maupun mancanegara. Bahkan ikan nila dari sejumlah sentra produksi masih banyak dikirim ke luar wilayah meski konsumsi lokal belum optimal.

Untuk mengubah pola konsumsi masyarakat, Pemprov Jawa Tengah akan memanfaatkan berbagai program pemerintah. Konsumsi ikan akan didorong melalui kegiatan pemerintahan hingga program nasional yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Salah satu instrumen yang dinilai strategis adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut diharapkan dapat memperluas konsumsi ikan sekaligus mengenalkan ikan sebagai sumber protein utama sejak dini.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Murofiq mengatakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan telah menjadi agenda nasional melalui Perpres Nomor 74 Tahun 2026. Gerakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi perikanan.

Menurut Hanif, Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar karena sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Oleh sebab itu, peningkatan konsumsi ikan dapat memberikan manfaat ganda bagi kesehatan masyarakat dan kesejahteraan nelayan.

Pemerintah menargetkan konsumsi ikan nasional mencapai sekitar 26,83 kilogram per kapita per tahun pada 2029. Target tersebut akan dicapai melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menambahkan konsumsi ikan akan diintegrasikan dalam berbagai program pemerintah, termasuk MBG. Ikan dinilai layak menjadi sumber protein utama karena harganya relatif terjangkau, kandungan gizinya tinggi, dan ketersediaannya melimpah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....