Rangkul 8 Daerah, Jateng Perkuat Ketahanan Iklim di Kawasan Sungai
- 06 Agt 2026 07:52 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kolaborasi dengan delapan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan iklim di kawasan daerah aliran sungai.
- Kesepakatan kerja sama ditandatangani bersama Mercy Corps Indonesia dan Zurich Climate Resilience Alliance pada 5 Agustus 2026 di Hotel Gumaya, Semarang.
- Kolaborasi tersebut bertujuan mengurangi risiko banjir, menjaga ketersediaan air, dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim yang semakin meningkat melalui pengelolaan DAS secara terpadu dari hulu hingga hilir.
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah(Pemprov Jateng) merangkul delapan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan iklim di kawasan daerah aliran sungai (DAS). Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi risiko banjir, menjaga ketersediaan air, dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim yang semakin meningkat.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama penguatan kebijakan dan implementasi ketahanan iklim bersama Mercy Corps Indonesia dan Zurich Climate Resilience Alliance di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu, 5 Agustus 2026. Kesepakatan tersebut menjadi upaya bersama dalam mengelola DAS secara terpadu dari wilayah hulu hingga hilir.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan perubahan iklim telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi lintas daerah dan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.
Menurutnya, kawasan DAS memiliki peran strategis sebagai sumber air baku bagi masyarakat dan penopang irigasi pertanian. Di sisi lain, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim membuat kawasan tersebut semakin rentan terhadap banjir maupun kekeringan.
Sumarno menegaskan, pengelolaan DAS tidak mengenal batas administrasi karena aliran sungai melintasi sejumlah kabupaten dan kota. Oleh sebab itu, kolaborasi delapan daerah menjadi langkah penting untuk memastikan upaya perlindungan kawasan sungai berjalan lebih efektif.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian semua pihak dalam membangun ketangguhan Jawa Tengah terhadap perubahan iklim. Khususnya di kawasan daerah aliran sungai," kata Sumarno.
Selain menjaga kelestarian lingkungan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Masyarakat yang tinggal di sepanjang DAS diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi yang lebih baik terhadap ancaman bencana.
Executive Director Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, mengatakan perubahan iklim, ketahanan, dan kebencanaan merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan pendekatan menyeluruh. "Ini isu multisektoral yang tidak hanya terjadi di wilayah pesisir, tetapi juga di kawasan hulu, karena itu, pendekatannya harus menyeluruh, menghubungkan pengelolaan dari hulu hingga hilir," katanya.
Program ketahanan iklim itu antara lain diterapkan di DAS Tuntang yang meliputi Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Grobogan, dan Demak, serta DAS Babon yang mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Demak. Melalui model kolaborasi lintas daerah ini, berbagai risiko akibat perubahan iklim diharapkan dapat ditekan secara lebih optimal.
Kesepakatan tersebut menjadi fondasi bagi penguatan ketahanan iklim di Jawa Tengah secara berkelanjutan. Dengan menggandeng delapan daerah sekaligus, Jateng ingin membangun pengelolaan DAS yang lebih terpadu demi melindungi masyarakat dan sumber daya air di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....