BPBD Jateng Miliki 2.000 Destana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi 14 Jenis Bencana

  • 18 Agt 2026 14:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Jawa Tengah memiliki lebih dari 2.000 desa tangguh bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Program tersebut terus diperkuat karena Jawa Tengah memiliki karakteristik wilayah dengan 14 jenis bencana yang berpotensi terjadi, mulai dari banjir, angin puting beliung, hingga tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catur Sasi Penanggungan, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ketika bencana terjadi. “Selamat dari bencana itu kan dimulai dari diri sendiri,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 18 Agustus 2026.

Bergas menjelaskan penguatan desa tangguh bencana menjadi salah satu program yang terus dimasifkan di Jawa Tengah. Keberadaan ribuan desa tersebut menunjukkan upaya membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah ketika menghadapi bencana.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi bencana yang beragam dan hampir seluruh jenis bencana pernah menjadi ancaman di wilayah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami karakteristik risiko di daerah masing-masing agar dapat melakukan langkah kesiapsiagaan sesuai potensi bencana yang dihadapi.

Bergas menambahkan, waktu dan skala terjadinya bencana memang tidak dapat dipastikan secara sederhana sehingga kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat juga perlu belajar dari setiap kejadian bencana agar pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kemampuan menghadapi risiko berikutnya.

Ia mencontohkan, perubahan siklus iklim dapat membawa risiko berbeda bagi masyarakat. Periode El Nino dapat memicu kekeringan, sedangkan La Nina berpotensi meningkatkan ancaman banjir dan longsor.

Selain kesiapsiagaan masyarakat, Bergas menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan melakukan penghijauan karena kondisi lingkungan turut berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.

“Alam itu akan mencari keseimbangan. Tentunya menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” ujarnya.

Bergas berharap penguatan desa tangguh bencana terus dilakukan bersama masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun dari tingkat desa serta kesadaran menjaga lingkungan, risiko dan kerugian akibat bencana di Jawa Tengah diharapkan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....