Edukasi ke Sekolah, Bank Sampah Gejlik Dorong Siswa Kelola Sampah Sejak Dini

  • 07 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Bank Sampah Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan ajak siswa pilah sampah dari sekolah.
  • Edukasi di MI Alutsamani menjadi salah satu langkah kecil untuk menghadapi persoalan tersebut

RRI.CO.ID, Pekalongan – Bank Sampah Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, mendorong siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Utsmani untuk mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari lingkungan sekolah. Edukasi tersebut menjadi salah satu upaya menumbuhkan kesadaran siswa sekaligus mengenalkan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah tersebut digelar Tim Bank Sampah Desa Gejlik di MI Al Utsamani, Winong, Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, Senin 7 September 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk mengenalkan pentingnya pemilahan sampah kepada siswa sejak usia dini.

Persoalan sampah di Kabupaten Pekalongan dinilai tidak cukup hanya diselesaikan dengan mengangkut sampah dari rumah menuju tempat pembuangan. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah dari sumbernya juga perlu dibangun, termasuk melalui lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Nurwahyu dari Tim Bank Sampah Desa Gejlik memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilah sampah. Siswa juga dikenalkan dengan pengelolaan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

“Pesan yang kita bangun cukup sederhana, tetapi memiliki dampak panjang, sampah tidak semestinya langsung dianggap sebagai barang yang harus dibuang. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan kembali maupun memiliki nilai guna,” ujarnya.

Edukasi tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan siswa menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan keterampilan sederhana dalam mengelola sampah yang dihasilkan di sekolah maupun dari rumah.

Kepala MI Al Utsamani, Andri Nugroho, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan siswa dalam mengelola sampah sejak usia dini. Menurutnya, edukasi dari Bank Sampah Gejlik sejalan dengan program sekolah dalam pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan.

“Persoalan sampah merupakan persoalan yang harus dihadapi bersama, apalagi dari lingkungan sekolah juga menghasilkan sampah yang tidak sedikit. Jika tidak dikelola dengan maksimal takutnya berdampak kesehatan lingkungan sekolah,” ujar Andri.

Menurut Andri, sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan kepada anak-anak. Pendidikan mengenai sampah tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk teori, tetapi perlu diterapkan melalui perilaku sehari-hari.

Kebiasaan memilah dan mengurangi sampah yang dibangun sejak sekolah dasar diharapkan dapat terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi persoalan sampah di lingkungan tempat tinggal.

Upaya tersebut penting karena peningkatan volume sampah tanpa pengelolaan dari sumbernya akan menambah beban tempat pembuangan akhir di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, pengurangan sampah dari hulu perlu dilakukan dengan melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah desa, hingga pengelola sampah.

Edukasi di MI Al Utsamani menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran tersebut sejak dini. Perubahan perilaku dalam mengelola sampah tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan perlu dibangun melalui kebiasaan yang dimulai dari lingkungan terdekat, yakni sekolah dan rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....