BPBD Jateng Latih 50 Sekolah di Batang Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana
- 28 Jul 2026 13:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Sebanyak 50 sekolah di Kabupaten Batang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar BPBD Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus meminimalkan risiko terhadap warga sekolah.
Peserta bimtek berasal dari satuan pendidikan jenjang SD hingga SMA sederajat dan pondok pesantren yang berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Melalui pelatihan ini, sekolah didorong memiliki kemampuan dalam melakukan mitigasi, penanganan darurat, hingga penyelamatan saat terjadi bencana.
Analis Kebencanaan Muda BPBD Jawa Tengah, Adi Widagdo, mengatakan materi bimtek difokuskan pada kesiapan infrastruktur, budaya, dan manajemen sekolah dalam menghadapi situasi kebencanaan. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi faktor penting untuk melindungi peserta didik maupun aset sekolah.
"Misalnya terjadi banjir, mereka bisa mengungsikan anak didiknya maupun menyimpan arsip penting sekolah di tempat yang aman, sehingga memudahkan dalam operasi penyelamatan," ujar Adi saat menjadi pemateri di Aula Disdikbud Kabupaten Batang, Selasa, 28 Juli 2026.
Adi menjelaskan hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah memiliki potensi bencana dengan karakteristik yang berbeda-beda. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana BNPB, Kabupaten Brebes menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai ancaman seperti banjir, tanah longsor, letusan gunung api, hingga kekeringan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan hasil bimtek akan ditindaklanjuti agar setiap sekolah mampu menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan secara mandiri. "Ketika warga sekolah mampu melakukan penanganan, sehingga anak didik kita tidak sampai jadi korban," ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sekolah dalam menghadapi bencana juga akan berdampak pada peningkatan nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Oleh karena itu, pembentukan dan penguatan SPAB dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengatakan peserta yang mengikuti bimtek diprioritaskan berasal dari sekolah-sekolah yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Menurutnya, keberadaan SPAB akan membantu sekolah lebih siap menghadapi situasi darurat saat proses belajar mengajar berlangsung.
"Ini jadi langkah baik bagi anak didik nantinya karena dengan dibentuknya SPAB, mereka jadi lebih siap ketika mengalami bencana di saat kegiatan pembelajaran berlangsung. SPAB sudah dibentuk dan sejak pasca-Covid, kami sudah berkeliling mengedukasi sejumlah sekolah yang memiliki kerawanan kebencanaan tinggi," ujarnya.
Bambang menambahkan, hingga kini materi mitigasi bencana memang belum masuk ke dalam kurikulum sekolah. Meski demikian, edukasi dan pelatihan kebencanaan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan agar warga sekolah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....