Kesbangpol Jateng: Hoaks di Ruang Digital Jadi Tantangan Penguatan Nasionalisme

  • 05 Agt 2026 18:30 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Kesbangpol Jawa Tengah menganggap penyebaran hoaks di ruang digital sebagai tantangan serius terhadap penguatan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia.
  • Edukasi literasi digital sedang digalakkan secara intensif untuk membuat masyarakat lebih bijaksana dalam menerima dan menyebarkan informasi di platform digital.
  • Media sosial memiliki manfaat besar tetapi juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, dan konten yang merusak persatuan bangsa.

RRI.CO.ID., Semarang - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah menilai maraknya penyebaran hoaks di ruang digital menjadi salah satu tantangan dalam memperkuat semangat nasionalisme masyarakat. Karena itu, edukasi literasi digital terus digencarkan agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Jawa Tengah, Agung Hikmati, mengatakan perkembangan media sosial yang semakin pesat perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi. Menurutnya, ruang digital memiliki manfaat besar, namun juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian.

"Ruang digital menjadi etalase yang sangat besar. Kalau dimanfaatkan dengan baik tentu bermanfaat, tetapi juga bisa menjadi sarana penyebaran berita-berita bohong, termasuk hoaks," ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa di RRI Semarang, edisi Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan Kesbangpol Jawa Tengah terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi mengenai bahaya hoaks. Upaya tersebut dilakukan bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), serta aparat kepolisian, termasuk Densus 88, melalui kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah dan berbagai komunitas.

Selain penguatan literasi digital, Agung menilai peran keluarga menjadi faktor penting dalam membangun karakter generasi muda. Orang tua didorong tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga mengajak anak berdiskusi mengenai berbagai informasi yang ditemui di media sosial sehingga mampu membedakan informasi yang benar dan menyesatkan.

Menurutnya, semangat nasionalisme juga tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial seperti upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Nilai-nilai kebangsaan dapat ditunjukkan melalui sikap gotong-royong, kepedulian terhadap sesama, menjaga toleransi, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Intinya adalah sebenarnya bukan hari hanya tanggal 17, tetapi 364 hari lainnya itu harus diisi dengan hal-hal yang positif. Yang bisa dipakai untuk membangun Jawa Tengah dan Indonesia," katanya.

Kesbangpol Jawa Tengah berharap masyarakat semakin bijak menggunakan media digital sekaligus terus menumbuhkan semangat persatuan dan toleransi. Dengan demikian, penyebaran hoaks dapat diminimalkan dan nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.(im)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....