Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Kudus Mulai Masuk Tahap Persiapan Lokasi

  • 31 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kudus mulai memasuki tahap persiapan lokasi. Pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan Kodim terkait rencana pemanfaatan lahan Perhutani yang berada di kawasan Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, bersebelahan dengan Brigif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, Senin, 31 Agustus 2026. Dalam persiapannya, tim Detail Engineering Design (DED) dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) disebut telah datang ke lokasi pada bulan sebelumnya.

Tim tersebut melakukan pengukuran, pematokan serta penentuan koordinat lahan yang nantinya digunakan untuk pembangunan. “Tim DED Kemenhan sudah datang bulan kemarin untuk mengukur, mematok koordinatnya, lokasi di mana dan nanti jalannya lewat mana,” ujar Putut Winarno.

Namun kata dia, proses selanjutnya masih menunggu tahapan terkait alih fungsi atau alih kepemilikan lahan. Untuk saat ini, koordinasi mengenai proses tersebut dilakukan bersama Kodim, dan apabila proses lahan telah selesai, pembangunan Sekolah Rakyat akan dilanjutkan oleh pemerintah pusat.

Mulai dari perizinan, penyusunan DED hingga pembangunan, seluruhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Luas akses jalan di kawasan tersebut diperkirakan berada di kisaran delapan meter.

Menariknya, Sekolah Rakyat tidak diperuntukkan bagi siswa melalui mekanisme pendaftaran umum. Peserta didik nantinya akan dijangkau berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Bukan pendaftaran, tetapi penjangkauan. Yang putus sekolah, tidak bisa sekolah, keluarga sangat miskin, terutama desil 1 dan seterusnya,” jelasnya.

Penjangkauan tersebut nantinya akan melibatkan data dari Dinas Sosial serta instansi terkait. Anak-anak usia sekolah yang putus sekolah atau tidak bersekolah karena keterbatasan ekonomi akan menjadi sasaran utama program.

Tidak hanya anak, program ini juga dirancang menyentuh kondisi ekonomi keluarga. Orang tua siswa akan mendapatkan pemberdayaan agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Anaknya pintar, orang tuanya juga sejahtera. Tujuannya memutus kemiskinan, jadi kemiskinan tidak terus diturunkan atau diwariskan. Berhenti di situ, putus,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan Kudus karena dapat menjadi salah satu instrumen pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan. Sementara terkait jenjang pendidikan, Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak usia sekolah. Khususnya mereka yang tidak melanjutkan pendidikan karena persoalan ekonomi maupun kondisi sosial.

Pemerintah daerah juga masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai pembangunan dan kapasitas rombongan belajar (rombel). Apabila nantinya kapasitas yang tersedia belum mencukupi, terdapat kemungkinan pengaturan rombel atau rekomendasi peserta didik melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

Dengan konsep penjangkauan dan pemberdayaan keluarga tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak kembali mendapatkan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan di Kabupaten Kudus. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....