Akad Massal 62.000 KPR Subsidi Wujudkan Mimpi Rumah dan Usaha
- 31 Jul 2026 13:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang- Pelaksanaan akad massal 62.000 unit KPR subsidi dan KUR Perumahan digelar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis 29 Juli 2026. Dikutip dari laman Setneg, Program ini membuka akses pembiayaan rumah dan usaha bagi masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri kegiatan tersebut yang menjadi bagian penguatan sektor perumahan nasional. Ribuan penerima manfaat merasakan kemudahan memperoleh pembiayaan yang terjangkau.
Warga Bersyukur Akhirnya Dapat Rumah
Kudung Slamet, seorang asisten rumah tangga, mengaku akhirnya bisa memiliki rumah sendiri. Ia menilai proses pengajuan FLPP mudah dan selesai dalam waktu sekitar tiga minggu.
Rumah subsidi yang diperolehnya memiliki dua kamar tidur dan fasilitas dasar yang memadai. Ia berharap program serupa terus diperluas untuk membantu lebih banyak masyarakat.
Nilam Cahya Ayu, operator produksi di Kawasan Industri Terpadu Batang, membeli rumah pada usia 20 tahun. Ia memanfaatkan FLPP sebagai investasi jangka panjang dan langkah menuju kemandirian.
Persyaratan Cukup Mudah
"Persyaratan pengajuan cukup sederhana dan prosesnya cepat. Kesempatan memiliki rumah dinilai sulit terwujud tanpa dukungan pembiayaan yang terjangkau," ungkapnya
Rahma Yuliani, petugas keamanan perempuan, berhasil memiliki rumah sebelum menikah. Ia tertarik pada desain modern serta lingkungan perumahan yang tertata dengan baik.
"Fasilitas taman bermain, penerangan jalan, keamanan, dan rencana pembangunan PAUD menjadi nilai tambah," katanya. Rahma menilai program subsidi memberi peluang bagi pekerja bergaji UMR memiliki hunian sendiri.
Nur Suciana, guru taman kanak-kanak, juga merasakan manfaat FLPP. Program tersebut membantunya memiliki rumah setelah lama tinggal bersama keluarga mertua.
Cicilan Ringan
Cicilan sekitar Rp1,2 juta per bulan dinilai masih sesuai kemampuan ekonomi keluarganya. Kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak tetap dapat terpenuhi.
Manfaat program tidak hanya dirasakan pembeli rumah, tetapi juga pelaku usaha perumahan. Muji Marjoko memperoleh tambahan modal melalui KUR Bank Rakyat Indonesia untuk mengembangkan usahanya.
Tambahan pembiayaan membuat kapasitas pembangunan rumah meningkat lebih dari dua kali lipat. Proses pencairan KUR juga berlangsung cepat, sekitar dua hingga tiga hari.
Muji menilai program tersebut membantu kontraktor memperluas usaha sekaligus mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat. Ia berharap kemudahan akses pembiayaan dapat terus berlanjut. ( Fe)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....