Pemprov Jateng Genjot Imunisasi Campak, Suspek Tembus 2.188 Kasus
- 08 Apr 2026 20:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot pelaksanaan imunisasi campak menyusul lonjakan suspek yang mencapai 2.188 kasus hingga 7 April 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran penyakit agar tidak meluas menjadi wabah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, kasus tersebar di sejumlah daerah dengan angka tertinggi di Kabupaten Kudus sebanyak 501 kasus. Disusul Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, Klaten 54 kasus, serta wilayah lainnya.
Dari total tersebut, sebanyak 144 kasus telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium dan 18 kasus positif rubella. Sebaran tertinggi kasus positif campak berada di Cilacap dengan 21 kasus, Banyumas dan Pati masing-masing 20 kasus, serta Klaten dengan 6 kasus campak dan 1 rubella.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan percepatan imunisasi menjadi langkah utama dalam pengendalian kasus. “Kita di Klaten ini untuk mengecek vaksin campak yang sekarang menjadi atensi di Jawa Tengah. Beberapa kabupaten/kota sudah kita lakukan deteksi dini,” ujar Luthfi saat meninjau pelaksanaan imunisasi di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu 8 April 2026.
Ia menjelaskan, imunisasi dilakukan secara serentak bersama dinas kesehatan kabupaten/kota untuk menekan penyebaran. Upaya ini juga dibarengi dengan penguatan deteksi dini di berbagai wilayah.
Luthfi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, segera melengkapi imunisasi anak. Ia juga meminta masyarakat waspada terhadap gejala seperti demam dan ruam merah dengan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan.
“Pencegahan harus masif dan harus punya pola hidup sehat serta makanan yang bergizi,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pengendalian penyakit.
Untuk mempercepat capaian, Pemprov Jateng mengintegrasikan imunisasi campak dengan program dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut telah menjangkau hingga tingkat desa guna memperluas akses layanan kesehatan.
“Campak ini menjadi prioritas utama, termasuk penyakit lain seperti tuberkulosis yang juga menjadi prioritas nasional. Harapannya masyarakat tetap sehat,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo, menyebut mayoritas kasus terjadi pada anak-anak. Namun, orang dewasa dengan imunitas rendah juga memiliki risiko terpapar.
Ia menegaskan imunisasi menjadi langkah paling efektif dalam pencegahan. Selain itu, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup sehat, menggunakan masker saat sakit, serta menjaga jarak untuk mencegah penularan.
Sementara itu, warga Klaten, Kiki Kumala, mengaku mendukung program imunisasi yang digalakkan pemerintah. “Semoga ke depan semakin baik dalam menjaga kesehatan anak,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....