Jateng Gaet Investor Hijau, Potensi Energi Capai 13 Gigawatt

  • 23 Apr 2026 09:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencar menggaet investor di sektor energi terbarukan guna mendorong investasi hijau. Upaya ini didukung potensi energi baru terbarukan yang mencapai 13 gigawatt di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menyebut, untuk menarik investor itu, Pemprov menginventarisasi potensi energi di 35 kabupaten dan kota. Data tersebut dikemas dalam dokumen Investment Project Ready to Offer dan dipromosikan melalui forum investasi.

Adapun, potensi investasi energi itu masih terbuka luas di sektor panas bumi, energi bayu, dan pengelolaan sampah. Potensi tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Banjarnegara dan Wonosobo.

Sakina menyebutkan, saat ini sektor industri yang telah menanamkan modal di Jawa Tengah, antara lain pabrik solar cell dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dan KEK Kendal. "Kemudian, yang baru diresmikan Presiden di Kabupaten Magelang adalah pabrik perakitan kendaraan listrik, terutama bus, truk, dan forklift," ujarnya, Kamis, 21 April 2026.

Untuk diketahui, nilai investasi energi terbarukan pada 2024–2025 telah mencapai Rp7,1 triliun. Rinciannya, sebesar Rp5,7 triliun pada 2024 dan Rp1,4 triliun pada 2025.

"Nilai investasi 2025 dibanding 2024 terlihat menurun. Hal ini karena pada 2024 masih dalam tahap pembangunan, pembelian lahan, dan belanja modal. Sementara pada 2025 pabrik sudah mulai beroperasi," ungkapnya.

Analis Institute for Essential Services Reform (IESR) Zakki Muwafiq menilai tiga sektor paling potensial adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Dari ketiganya, pembangkit listrik tenaga surya memiliki peluang terbesar untuk dikembangkan.

"Potensi terbesar di Jawa Tengah adalah PLTS di 12 lokasi yang tersebar di 10 kabupaten. Potensi energi mencapai 13 gigawatt," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan listrik di Jawa Tengah terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan sebagai sumber pasokan baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....