Komitmen Warga Jadi Kunci Desa Wisata Bisa Bertahan

  • 06 Okt 2026 11:35 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Keberlangsungan desa wisata di Kabupaten Sampang sangat bergantung pada komitmen dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.
  • Tanpa peran serta warga, destinasi wisata yang telah dibangun berpotensi mengalami penurunan minat dan bahkan berhenti berkembang.
  • Konsistensi masyarakat dalam mengelola destinasi wisata merupakan salah satu faktor kunci yang memengaruhi kesuksesan jangka panjang desa wisata.

RRI.CO.ID, Sampang - Keberadaan desa wisata di Kabupaten Sampang dinilai sangat bergantung pada komitmen masyarakat. Tanpa keterlibatan warga, destinasi wisata yang dibangun berpotensi mengalami penurunan bahkan berhenti berkembang.

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati mengatakan banyak faktor yang dapat memengaruhi keberlangsungan desa wisata. Salah satunya adalah konsistensi masyarakat dalam mengelola destinasi.

"Desa wisata ini bisa bertahan ketika masyarakat berkomitmen," kata Endah," jelasnya, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya, penurunan kunjungan wisatawan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, cuaca hingga kurangnya kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan.

"Jika tidak ada masyarakat yang menyambut wisatawan, produk kuliner yang tersedia terbatas, maupun aktivitas wisata yang kurang menarik, pengalaman pengunjung juga akan terpengaruh,"jelasnya.

Karena itu, Endah meminta masyarakat tidak hanya berpikir mengenai keuntungan jangka pendek. Pengelolaan desa wisata harus dilakukan dengan komitmen bersama untuk membangun potensi desa dalam jangka panjang.

Ia mencontohkan keberhasilan desa wisata tidak bisa dibangun hanya dengan menaikkan harga produk ketika jumlah pengunjung meningkat.

"Kalau tidak ada komitmen atau mau cepat, ketika jualannya dimahalkan, orang malas datang lagi. Komitmen masyarakat penting," ujarnya.

Menurutnya, desa wisata harus dipandang sebagai aset yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kita berpikir membangun desa, namanya kita ke depan anak cucu yang meneruskan," katanya.

Ia menambahkan pengembangan desa wisata pada dasarnya harus menggunakan prinsip berbasis masyarakat, yakni dari masyarakat, untuk masyarakat dan bersama masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....