Sampang Punya Potensi Wisata Bahari hingga Agrowisata

  • 06 Okt 2026 11:32 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Kabupaten Sampang memiliki beragam potensi wisata yang belum sepenuhnya dikembangkan, mencakup wisata bahari, pertanian, kuliner, kampung nelayan, dan budaya masyarakat.
  • Secara geografis, Sampang memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis pesisir dengan memanfaatkan letak strategisnya.
  • Disporabudpar Sampang berkomitmen mengidentifikasi dan mengembangkan potensi-potensi wisata lokal menjadi destinasi desa wisata yang menarik.

RRI.CO.ID, Sampang - Kabupaten Sampang memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Mulai dari wisata bahari, pertanian, kuliner, kampung nelayan hingga budaya masyarakat.

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati mengatakan secara geografis Sampang memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis pesisir.

"Secara alam dan geografis dikelilingi laut, sisi Laut Jawa dan Selat Madura. Potensi dikembangkan wisata bahari," kata Endah, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya, wisata bahari tersebut dapat dikembangkan bersama potensi lainnya, termasuk wisata kuliner dan kampung nelayan. Produk hasil laut maupun kehidupan masyarakat pesisir dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Sampang juga memiliki potensi pertanian yang dapat dikemas menjadi agrowisata. Endah menyebut jagung, bawang, garam dan padi sebagai sejumlah komoditas yang dapat dikembangkan.

"Pertanian menjadi konsep agrowisata edukasi. Kebutuhan pangan jadi kuliner bisa berkembang," ujarnya.

Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi branding bagi desa jika dikelola secara konsisten. Desa tidak perlu meniru destinasi lain karena setiap wilayah memiliki karakter dan kekuatan masing-masing.

"Pengembangan tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Produk pertanian, kuliner, jasa maupun usaha kreatif dapat terhubung dengan aktivitas wisata,"ungkapnya.

Endah menegaskan prinsip utama desa wisata adalah mengolah potensi yang sudah dimiliki masyarakat menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual dan menarik bagi wisatawan.

"Konsep berbasis dengan apa yang ada di desanya. Tidak harus indah, tapi bagaimana kita mengolah itu,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....