Desa Wisata Sampang Dituntut Beri Pengalaman, Bukan Sekadar Tempat Foto

  • 06 Okt 2026 11:34 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Pengembangan desa wisata di Sampang harus fokus pada penciptaan pengalaman wisatawan yang berkesan, bukan hanya mengandalkan keindahan alam semata.
  • Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati menekankan bahwa pengelola desa wisata harus memahami bahwa wisatawan modern mencari pengalaman yang berbeda dari tempat asal mereka.
  • Strategi pariwisata yang efektif memerlukan kemampuan menciptakan pengalaman yang nyaman sehingga wisatawan memiliki motivasi kuat untuk kembali berkunjung.

RRI.CO.ID, Sampang - Pengembangan desa wisata di Kabupaten Sampang tidak cukup hanya mengandalkan keindahan tempat. Pengelola harus mampu menciptakan pengalaman yang membuat wisatawan merasa nyaman dan memiliki alasan untuk kembali.

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati mengatakan wisatawan saat ini mencari pengalaman berbeda dari tempat asal mereka.

"Desa wisata sekarang bagaimana wisatawan merasakan sesuatu yang berbeda dari tempat dia berasal," ujarnya, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya, pengalaman tersebut bisa dibangun melalui pelayanan masyarakat, kuliner, kebersihan, aktivitas wisata maupun produk lokal yang ditawarkan.

Masyarakat harus mampu menyambut wisatawan dengan baik. Wisatawan juga perlu mendapatkan pelayanan yang nyaman sejak datang hingga meninggalkan lokasi.

"Tujuannya agar kembali. Karena di tempat lain sudah bosan, kita harus penting menciptakan dan memberikan kesan yang baik dan puas dengan layanan," jelasnya.

Selain pelayanan, Endah menekankan pentingnya kualitas produk. Produk yang dijual di desa wisata harus memiliki ciri khas sehingga memiliki pembeda dengan produk di tempat lain.

Menurutnya, pengelola juga perlu memanfaatkan media sosial untuk memperkuat pemasaran.

"Keunikan produk, rasa yang autentik hingga cara promosi dapat menjadi pembeda dalam menarik wisatawan,"ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan desa wisata pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan masyarakat mengolah potensi lokal menjadi pengalaman yang menarik bagi pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....