Budayawan Khawatir Budaya Madura Tergeser Arus Globalisasi

  • 21 Agt 2026 19:37 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Budayawan Sampang R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo menyatakan khawatir bahwa pengaruh budaya global dan media sosial mengancam kelestarian budaya Madura di generasi muda.
  • Arus informasi yang cepat melalui media sosial membuat generasi muda lebih akrab dengan budaya luar daripada budaya daerah mereka sendiri.
  • Budaya lokal semakin jarang diperkenalkan dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik.

RRI.CO.ID, Sampang – Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, mengkhawatirkan semakin kuatnya pengaruh budaya global dan media sosial terhadap keberlangsungan budaya Madura. Menurut dia, arus informasi yang begitu cepat membuat generasi muda lebih akrab dengan budaya luar dibandingkan budaya daerahnya sendiri.

Bustomi mengatakan masyarakat kini hampir setiap hari mengakses media sosial tanpa jeda. Kondisi itu membuat berbagai budaya global mudah diterima, sementara budaya lokal semakin jarang diperkenalkan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang publik.

"Hampir setiap hari masyarakat terpapar budaya global. Sementara budaya lokal semakin jarang diperkenalkan dan referensinya hanya menumpuk di perpustakaan," kata Bustomi, Jum'at 21 Agustus 2026.

Ia menilai minimnya perhatian terhadap budaya lokal telah memunculkan gejala yang disebutnya sebagai pembodohan budaya dan pembodohan sejarah. Menurut dia, banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal sejarah, tokoh, maupun nilai-nilai budaya Madura karena kurangnya ruang pembelajaran dan promosi budaya.

Bustomi juga menyayangkan masih adanya anggapan bahwa budaya lokal merupakan warisan yang ketinggalan zaman. Padahal, menurut dia, budaya Madura menyimpan nilai-nilai luhur, identitas, tata krama, dan kearifan lokal yang tetap relevan untuk menghadapi perkembangan zaman.

Menurut Bustomi, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam pendidikan, literasi, dokumentasi, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana mengenalkan budaya Madura kepada generasi muda.

Ia berharap pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas budaya, dan para pegiat literasi dapat bersinergi menjaga bahasa, sejarah, serta warisan budaya Madura. "Kalau budaya lokal tidak terus dirawat dan diwariskan, maka identitas masyarakat Madura akan semakin tergerus oleh derasnya arus globalisasi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....