Madura Punya Peran Besar dalam Sejarah Nusantara
- 14 Agt 2026 12:57 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, menegaskan bahwa sejarah Madura memiliki kontribusi besar dalam perjalanan lahirnya Nusantara hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, ia menilai revitalisasi pendidikan sejarah menjadi langkah penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap daerahnya.
Menurut Bustomi, masyarakat Madura tidak boleh hanya mengenal sejarah secara sepintas, melainkan harus memahami peran strategis para tokoh Madura dalam perjalanan bangsa. Pemahaman tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki kesadaran bahwa budaya Madura merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia.
Ia menjelaskan salah satu tokoh sentral dalam sejarah Nusantara adalah Arya Wiraraja. Menurutnya, Arya Wiraraja memiliki peran besar dalam mendukung Raden Wijaya hingga mampu mendirikan Kerajaan Majapahit. Saat itu, kata dia, kondisi pasukan Raden Wijaya sangat terbatas sehingga membutuhkan dukungan dan strategi dari Arya Wiraraja.
"Tanpa Madura tidak ada Majapahit, tanpa Majapahit tidak ada Nusantara, dan tanpa Nusantara tidak akan ada Indonesia," ujar Bustomi, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia mengatakan, pernyataan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan bentuk penegasan bahwa Pulau Madura memiliki andil besar dalam membangun peradaban Nusantara. Oleh karena itu, sejarah Madura harus dipelajari secara utuh agar masyarakat memahami kontribusi daerahnya terhadap perjalanan bangsa.
Menurutnya, revitalisasi pendidikan sejarah harus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya. Melalui pembelajaran sejarah yang benar, generasi muda akan mengenal jejak budaya, memahami nilai-nilai luhur para pendahulu, serta memiliki rasa bangga terhadap identitas daerahnya.
Selain memperkuat pendidikan sejarah, Bustomi juga mengajak masyarakat untuk tidak selalu mengagungkan budaya asing. Ia menilai masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda Madura, harus lebih percaya diri terhadap kekayaan budaya yang dimiliki karena merupakan warisan peradaban yang telah bertahan selama berabad-abad.
"Bangga menjadi bangsa Indonesia harus dimulai dengan bangga terhadap budaya sendiri, termasuk budaya Madura yang menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional," katanya.
Bustomi menambahkan, penguatan identitas budaya juga harus diiringi dengan upaya menghapus berbagai stereotip negatif yang selama ini melekat pada masyarakat Madura. Menurutnya, berbagai stigma tersebut lahir dari konstruksi sejarah masa kolonial dan tidak mencerminkan karakter masyarakat Madura yang sebenarnya.
Ia berharap momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan sejarah, melestarikan budaya lokal, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap kontribusi Madura dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....