BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya melalui PEKA
- 19 Agt 2026 11:41 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Setiap tahun ratusan ribu keluarga kehilangan pekerja sebagai tulang punggung ekonomi mereka akibat kecelakaan kerja atau penyakit.
- Jaminan sosial ketenagakerjaan menyediakan manfaat finansial dan pendampingan untuk membantu keluarga pekerja yang meninggal dunia.
- Program ini dirancang untuk memberdayakan keluarga melalui pelatihan keterampilan dan pembangunan sumber penghidupan baru agar dapat hidup mandiri.
RRI.CO.ID, Pamekasan - Setiap tahun, ratusan ribu keluarga kehilangan sosok pekerja yang jadi tulang punggung mereka. Ada di antaranya yang tutup usia akibat kecelakaan kerja, ada juga yang meninggal dunia karena sakit yang diderita. Rasa duka tentu menjadi hal pertama yang sangat terasa. Namun di balik itu, ada kegundahan besar, soal bagaimana keluarga ini bisa menjalani hidupnya ke depan.
Di titik inilah perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hadir untuk mereka. Tak hanya berupa manfaat rupiah semata, namun juga mendampingi keluarga pekerja untuk kembali berdaya, memiliki keterampilan, dan membangun sumber penghidupan baru agar dapat melanjutkan kehidupan secara mandiri.
Semangat inilah yang diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan untuk terus maju dan berdaya, Soft Launching Nasional PEKA digelar secara serentak di seluruh Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2026.
Membawa semangat Value Beyond Protection, PEKA menjadi bukti bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tak berhenti ketika manfaat telah diterima. Ada harapan agar manfaat tersebut menjadi pijakan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit, kembali produktif, dan melanjutkan kehidupan secara mandiri.
Semangat pemberdayaan tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Melalui PEKA, perlindungan sosial diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ekonomi.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, risiko yang dialami seorang pekerja dapat membawa perubahan besar terhadap kehidupan dan kondisi ekonomi keluarganya.
“Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya ketika sebuah keluarga kehilangan orang yang selama ini menjadi tulang punggung mereka. Manfaat yang kami bayarkan tentu sangat berarti, tetapi kami ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti di sana. Kami ingin membantu mereka punya bekal untuk bangkit dan kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis,” ujar Saiful.
Menurutnya, PEKA menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara dalam setiap fase kehidupan pekerja. Mulai dari memberikan perlindungan sebelum risiko terjadi, memastikan manfaat diterima saat risiko terjadi, hingga mendampingi pekerja dan keluarganya untuk kembali berdaya setelahnya.
“Bagi kami, perlindungan bukanlah sebuah titik akhir. Ada kehidupan yang harus terus berjalan setelah risiko terjadi. Karena itu, melalui PEKA kami ingin membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan perlahan membangun kembali sumber penghidupan yang mandiri,” ucapnya.
Pelaksanaan Soft Launching PEKA secara nasional ini menjadi momentum untuk membawa semangat pemberdayaan tersebut secara serentak kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini menyasar penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari ahli waris peserta hingga pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun.
Pemberdayaan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di masing-masing daerah. Bentuknya dapat berupa peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dan usaha, maupun pendampingan lainnya yang dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan menjadi aktivitas produktif dan bernilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.
“Kami tidak ingin mereka sekadar selesai mengikuti pelatihan. Harapannya, keterampilan yang didapat benar-benar bisa menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dan membuat mereka semakin mandiri. Untuk mewujudkan itu, tentu BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak untuk bersama-sama membuka jalan bagi mereka,” tutur Saiful.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan Anita Ardhiana menjelaskan, PEKA dirancang sebagai program pemberdayaan sekaligus edukasi bagi keluarga peserta. Tidak hanya memberikan manfaat ketika peserta mengalami risiko sosial ekonomi, BPJS Ketenagakerjaan juga ingin memastikan santunan yang diterima dapat menjadi modal untuk membangun usaha.
”Jadi santunan yang telah diterima, bisa menjadi modal usaha untuk melanjutkan keberlanjutan ekonomi dan berdampak lebih panjang bagi keluarganya,” kata Anita saat ditemui di lokasi acara di Ruang Wicaksana Praja, Setkab Pamekasan.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal sehingga peserta memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha. Khusus di Pamekasan ada dua program yang dicanangkan, yaitu pelatihan pembuatan buket balon dan promosi produk menggunakan Canva dan kecerdasan buatan (AI).
”Saat ini pelatihan pembuatan buket balon, pesertanya 20 orang. Kalau yang minggu depan itu kurang lebih ada 15 orang untuk pelatihan canva AI. Kami kerja sama dengan East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil IV Pamekasan,” ucapnya.
Disamping itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng perbankan untuk membuka akses pembiayaan sekaligus memberikan literasi dan pengelolaan keuangan kepada peserta. Disamping itu peserta juga dapat memanfaatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan yang diterima sebagai modal awal untuk membangun usahanya.
”Saat ini pelatihan pembuatan buket balon, pesertanya 20 orang. Kalau yang minggu depan itu kurang lebih ada 15 orang untuk pelatihan canva AI. Kami kerja sama dengan East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil IV Pamekasan,” katanya.
Sebagai tambahan informasi pada periode jan-juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan telah menyalurkan manfaat kepada 2.291 peserta dengan total pembayaran klaim Rp23,2 miliar dan beasiswa 110 anak dengan nominal Rp617 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Mohamad Alwi menegaskan, kehadiran PEKA dinilai sangat membantu ahli waris penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut diyakini dapat memberikan bekal keterampilan agar santunan yang diterima bisa dimanfaatkan secara lebih produktif.
”Sehingga dengan adanya pelatihan semacam ini, diharapkan nanti uang yang diterima penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan bisa juga digunakan untuk usaha,” sebutnya.
Sementara itu, Plt Asisten II Setkab Pamekasan Akhmad Zaini menyebut, PEKA menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya memberikan jaminan finansial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Akan tetapi juga berkomitmen memberikan fasilitas atau pelatihan sehingga penerima manfaat mampu hidup mandiri.
”Artinya, apa yang mereka dapatkan dari BPJS, dari pemerintah itu menjadikan bagian dari cara mereka terus berkembang, sehingga kehidupan mereka terus menjadi lebih baik,” ujarnya.
Harapannya, pemberdayaan tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus berlanjut melalui pendampingan dan kolaborasi sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi para penerima manfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....