BPJS Ketenagakerjaan Ubah Santunan Jadi Modal Usaha
- 31 Jul 2026 21:30 WIB
- Sampang
Poin Utama
- BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program PEKA untuk mengubah santunan jaminan sosial menjadi modal usaha produktif bagi keluarga pekerja di Banyuwangi.
- Sebanyak 100 penerima manfaat mengikuti pelatihan kewirausahaan komprehensif mencakup pengembangan produk, pengemasan, strategi pemasaran, dan digitalisasi usaha.
- Program ini merupakan kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan Dinas Koperasi untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal.
RRI.CO.ID, Bangkalan - BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Jumat 17 Juli 2026. Langkah inovatif ini bertujuan mengubah penyaluran santunan jaminan sosial dari sekadar bantuan tunai menjadi modal usaha produktif yang berkelanjutan bagi keluarga pekerja.
Sebanyak 100 penerima manfaat mengikuti pelatihan kewirausahaan hasil kerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi. Para peserta dibekali berbagai materi krusial, mulai dari pengembangan produk, pengemasan, strategi pemasaran, hingga digitalisasi usaha untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata Value Beyond Protection. Pendekatan tersebut memastikan perlindungan jaminan sosial tidak terhenti saat uang tunai diserahkan, melainkan berlanjut pada pembangunan kemandirian ekonomi penerima manfaat.
"Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Melalui konsep 3P—Pelatihan, Produktif, dan Profit—peserta didampingi hingga mandiri. Target kami minimal 10 persen peserta dari setiap angkatan sudah berhasil menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan," ujar Saiful.
Sementara itu, PPS Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Diny Firmani Rahma, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh arah kebijakan pimpinan tersebut. Menurutnya, penguatan modal produktif merupakan langkah krusial agar nilai santunan yang diterima peserta mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan ekonomi keluarga.
"Pendampingan dan pemberdayaan ini sangat krusial agar santunan jaminan sosial benar-benar berdampak jangka panjang. Kami berkomitmen mendorong agar skema nilai tambah seperti Program PEKA ini dapat terus diperluas manfaatnya, sehingga setiap ahli waris mampu bangkit, mandiri secara finansial, dan menjadi wirausaha baru yang tangguh," ungkap Diny.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut mengapresiasi tinggi kolaborasi ini. Ia menilai semangat Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan sangat sejalan dengan program PEKA (Perempuan Kepala Rumah Tangga) milik Pemkab Banyuwangi yang fokus pada pengentasan kemiskinan akibat hilangnya penopang ekonomi keluarga.
"Sinergi ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas jangkauan perlindungan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kemitraan strategis seperti ini sangat membantu mempercepat efektivitas program penanggulangan kemiskinan," tutur Ipuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....