Rezeki Tak Hanya Berupa Uang

  • 02 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Konsep rezeki dalam Islam sangat luas dan sudah dijamin oleh Allah SWT untuk setiap makhluk hidup tanpa terkecuali.
  • Manusia sering merasa pusing tentang urusan materi karena berusaha menanggung sendiri sesuatu yang sebenarnya sudah menjadi kewenangan Sang Pencipta.
  • Jaminan rezeki dari Allah tidak berarti manusia bisa bersikap pasif, melainkan harus melakukan ikhtiar (usaha) maksimal sesuai kaidah alkasbu minka warizqu minna.

RRI.CO.ID, Sampang - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Banyuates, Iftihor, menegaskan bahwa konsep rezeki dalam Islam sangat luas dan sudah dijamin oleh Allah SWT untuk setiap makhluk hidup. Kendati demikian, tidak sedikit masyarakat yang masih merasa pusing memikirkan urusan materi. Menurutnya, kepusingan itu muncul karena manusia kerap merasa harus menanggung sendiri sesuatu yang sebenarnya sudah dijamin dan menjadi kewenangan Sang Pencipta.

Ia menjelaskan bahwa jaminan rezeki dari Allah bukan berarti manusia bisa bersikap pasif atau sekadar berdiam diri menunggu takdir. Mengutip kaidah alkasbu minka warizqu minna, ia menekankan pentingnya ikhtiar (usaha) secara maksimal dari pihak manusia.

“Seseorang tetap wajib bekerja dan berusaha secara halal serta baik, sementara hasil akhir dan rezekinya sepenuhnya merupakan ketetapan dari Allah SWT,” jelasnya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia meluruskan kekeliruan sudut pandang masyarakat modern yang kerap mengidentikkan rezeki sebatas uang, gaji, atau harta benda semata. Padahal, nikmat kesehatan, ketenangan jiwa, ilmu pengetahuan, hingga keberadaan keluarga dan kawan yang baik merupakan wujud rezeki yang tak kalah berharga.

“Seseorang bisa saja tidak memiliki status gaji tetap, namun tetap mendapatkan rezeki dalam berbagai bentuk nikmat hidup lainnya,” tambahnya.

Diakhir, Iftihor mengingatkan bahwa setiap hamba telah diatur takdir finansialnya sesuai kadar kebaikan masing-masing. Ada tipe manusia yang menjadi lebih taat ketika bergelimang harta, namun ada pula yang justru melupakan ibadah saat kaya raya sebagaimana kisah Tsa'labah dan Qarun. Oleh karena itu, kunci utama bagi umat Islam adalah bersyukur, menjaga keimanan, serta melandasi setiap usaha dengan ketakwaan agar rezeki membawa keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....