Iman dan Takwa Pembuka Pintu Rezeki Utama
- 02 Agt 2026 16:07 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Banyuates, Iftihor, menjelaskan bahwa konsep rezeki dalam Islam bukan sekadar soal keuangan atau harta benda fisik, melainkan jaminan Allah untuk semua makhluk.
- Masyarakat tidak perlu menyiksa pikiran secara berlebihan tentang rezeki karena seluruh makhluk di bumi telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT.
RRI.CO.ID, Sampang - Pemahaman masyarakat mengenai rezeki kerap kali terbatas pada persoalan finansial dan kepemilikan harta fisik semata. Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Banyuates, Iftihor, mengajak umat untuk melihat konsep rezeki dari kacamata syariat. Ia menegaskan bahwa seluruh makhluk di bumi telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT, sehingga manusia tidak perlu menyiksa pikiran secara berlebihan.
Dalam penjelasannya, Iftihor mengutip dinamika perbedaan pandangan antara Imam Malik dan muridnya, Imam Syafi'i, mengenai hubungan antara kerja dan rezeki. Kedua pandangan ulama besar tersebut dinilai sama-sama benar. Imam Syafi'i menekankan pentingnya ikhtiar dan kerja keras untuk meraih rezeki, sedangkan Imam Malik menunjukkan bahwa ketakwaan dan keimanan yang kuat mampu mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka tanpa perlu terengah-engah mencari.
Ia juga menambahkan bahwa kesehatan fisik, ketenangan hidup, serta lingkungan kerja dan keluarga yang harmonis merupakan wujud rezeki yang kerap dilupakan. Banyak orang berlimpah harta namun hidupnya tidak tenang atau harus berjuang melawan penyakit setiap minggu.
“Hal ini membuktikan bahwa uang bukanlah satu-satunya tolak ukur kenikmatan dan keberkahan hidup yang diberikan oleh Sang Pencipta,” ucapnya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Iftihor menyimpulkan bahwa kedudukan kaya atau miskin seseorang sudah ditakar secara adil oleh Allah sesuai kemampuannya menjaga agama. Ada hamba yang dijaga keimanannya melalui jalan kesederhanaan, dan ada pula yang ditakdirkan kaya agar bisa membantu sesama seperti sahabat Utsman bin Affan. Hal terpenting bagi setiap hamba adalah terus berikhtiar secara halal dan menjaga ketakwaan agar dibukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....