Warga NU Datangi Kantor Muhammadiyah, Minta Dugaan Laporan Gus Fauzan Dicabut

  • 27 Jul 2026 21:44 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang– Puluhan warga Nahdliyin dari Kecamatan Karang Penang dan Sokobanah mendatangi Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang, Kabupaten Sampang, Senin, 27 Juli 2026. Mereka meminta dugaan pelaporan terhadap Kiai Haji Ach. Fauzan Zaini ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dicabut.

Aksi itu dipicu kabar yang beredar di masyarakat mengenai dugaan laporan terhadap KH Ach. Fauzan Zaini terkait isi ceramahnya dalam sebuah video yang viral di media sosial. Ceramah tersebut dinilai sebagian pihak mengandung pernyataan yang merugikan Muhammadiyah.

Salah seorang peserta aksi, Fawaid mengatakan warga Nahdliyin datang ke kantor PCM Karang Penang setelah mendengar informasi bahwa Gus Fauzan dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik Muhammadiyah. Menurut dia, massa meminta agar persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami warga NU tidak terima jika Gus Fauzan dilaporkan. Karena itu masyarakat datang ke PCM Karang Penang untuk meminta agar laporan tersebut dicabut," kata Fawaid.

Ketua PCM Karang Penang, R. Dhahibur Rohman Bahmas, membantah adanya pelaporan terhadap KH Ach. Fauzan Zaini. Melalui surat pernyataan yang disampaikan kepada massa, ia menegaskan PCM Karang Penang maupun Muhammadiyah di semua tingkatan tidak pernah dan tidak akan melaporkan persoalan tersebut ke kepolisian.

"Kami tidak melaporkan dan tidak akan melaporkan masalah tersebut karena sudah diselesaikan dengan bijak," ujar Dhahibur Rohman dalam surat pernyataannya.

Secara terpisah, KH Ach. Fauzan Zaini mengaku tidak mengetahui adanya aksi tersebut. Saat dihubungi, ia menyampaikan sedang berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah bersama sejumlah jamaah.

"Saya sedang umrah. Setahu saya itu murni gerakan masyarakat Nahdliyin," tulis Fauzan melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, beredar video berdurasi sekitar satu menit tiga puluh detik yang memperlihatkan KH Ach. Fauzan Zaini sedang berceramah di Desa Tlambah beberapa bulan lalu. Dalam ceramah itu, ia membahas perbedaan sejumlah praktik keagamaan antara warga Nahdliyin dan Muhammadiyah, seperti wirid atau zikir setelah salat, tahlil, serta ziarah kubur. Video tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....