Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Sampang

  • 17 Sep 2026 19:13 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan 12 ribu liter air bersih ke Dusun Semampir, Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang pada Kamis 17 September 2026.
  • Bantuan air bersih tersebut merupakan respons pemerintah terhadap kesulitan akses air bersih yang dihadapi warga akibat kondisi kemarau yang melanda wilayah Madura.
  • Upaya bantuan ini bertujuan membantu masyarakat di kawasan kekeringan memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari mereka.

RRI.CO.ID, Sampang - Di tengah kemarau yang membuat air bersih semakin sulit didapat, kedatangan bantuan air menjadi kabar yang dinanti warga Dusun Semampir, Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis 17 September 2026.

Sebanyak 12 ribu liter air bersih disalurkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Air tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.

Tak hanya air bersih, bantuan yang dibawa Pemprov Jatim juga dilengkapi tiga tandon bulat, dua tandon lipat, dan 150 jeriken. Warga juga menerima bantuan sosial berupa paket sembako.

Bantuan tersebut menyasar 4.245 jiwa atau 951 kepala keluarga. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari intervensi Pemprov Jatim untuk memperkuat penanganan kekeringan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten dan kota.

Khofifah mengatakan, sejumlah daerah di Jawa Timur telah menetapkan status kedaruratan akibat kekeringan. Pemerintah daerah pun telah melakukan berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Jadi kehadiran Pemprov ini sifatnya mensubstitusi, komplementaritas, menguatkan, melapisi dari yang sudah dilakukan oleh kabupaten kota," kata Khofifah.

Bagi warga yang setiap hari harus memikirkan ketersediaan air, bantuan tersebut bukan sekadar angka 12 ribu liter. Air menjadi kebutuhan yang harus terus dicari ketika sumber-sumber air mulai terbatas akibat panjangnya musim kemarau.

Khofifah juga menjelaskan, bantuan air bersih di sejumlah titik biasanya disertai dengan bantuan pangan. Hal itu dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan dapat ditangani secara bersamaan.

"Setiap titik yang saya datangi biasanya selain ada support air bersih juga ada sembako, makanya kita juga berbagi sembako," ujarnya.

Namun, penanganan kekeringan tidak hanya berbicara tentang bagaimana mendatangkan air menggunakan tangki. Pemerintah juga mulai memikirkan sumber air yang bisa menjadi solusi jangka lebih panjang, salah satunya melalui pencarian titik potensial untuk sumur bor.

Khofifah menyebut upaya pencarian sumber air perlu dilakukan secara serius. Bahkan, saat ini terdapat upaya berskala besar untuk mengidentifikasi potensi sumber air di Pulau Madura melalui pengeboran pada kedalaman tertentu.

Menurutnya, kondisi geologi di setiap wilayah tidak selalu mudah. Ia mencontohkan pengeboran di salah satu titik di Pasuruan yang sudah mencapai kedalaman 200 meter, tetapi masih menemukan batuan.

"Sudah ada 19 mata bor yang putus. Artinya betapa memang di titik tertentu itu relatif kita butuh ikhtiar untuk bisa mendapatkan sumber air," katanya.

Jika ditemukan sumber air yang cukup di lokasi tertentu, distribusinya juga dapat dilakukan menuju wilayah yang membutuhkan. Khofifah menyebut pemerintah pernah menarik sumber air hingga jarak 17 kilometer.

Sementara untuk pembangunan embung atau waduk, Khofifah meminta agar tidak dilakukan terburu-buru. Potensi sumber air dan lokasi pembangunan harus terlebih dahulu melalui kajian atau assessment.

"Kalau embung nanti dulu, kita melihat potensi-potensi dan kemudian di titik mana embung apa waduk, itu kan harus dilakukan assessment," jelasnya.

Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, droping air menjadi solusi cepat yang langsung dirasakan masyarakat. Namun, pencarian sumber air dan perencanaan infrastruktur menjadi pekerjaan lanjutan agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Di Dusun Semampir, untuk sementara, air yang datang membawa satu pesan sederhana: ketika kemarau membuat sumber air semakin sulit, bantuan air bersih menjadi penopang penting bagi warga untuk tetap menjalani aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....