Anak Yatim Ukir Prestasi lewat Sekolah Rakyat Pamekasan

  • 11 Jun 2026 08:37 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Keterbatasan ekonomi dan kehilangan sosok ayah, tidak menghalangi langkah Karlin Putri Madura Gule (15) untuk berprestasi. Siswa kelas 7 Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan itu membuktikan bahwa dukungan lingkungan pendidikan yang tepat mampu mengubah keterbatasan menjadi pencapaian.

Karlin, anak terakhir dari lima bersaudara, tinggal bersama ibunya di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Sementara, ayahnya telah meninggal dunia saat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Sehari-hari, ibunya, bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Keterbatasan ekonomi itulah yang membuat Karlin mengenal program Sekolah Rakyat yang diinformasikan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Ia mengaku senang bisa menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat karena tidak perlu lagi memikirkan biaya sekolah yang selama ini menjadi beban bagi ibunya.

"Senang bisa belajar di sekolah ini, karena banyak teman. Semuanya juga sudah disediakan mulai dari keperluan sekolah, tempat tidur hingga perlengkapan untuk mandi," ucapnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Perubahan besar mulai dia rasakan sejak menjalani kehidupan di asrama Sekolah Rakyat itu. Aktivitas yang terstruktur dan disiplin memupuk semangat belajar dan kebersamaan.

Karlin pun semakin betah karena dukungan teman-teman dan wali asuh yang mendampingi para siswa selama di asrama.

Juara Lomba Tahfidz

Dari sisi akademik, Karlin menunjukkan kemampuannya di bidang Pendidikan Agama Islam. Remaja kelahiran 1 Januari 2011 itu, berhasil meraih juara tiga lomba tahfidz kategori C pada Festival Anak Cerdas Jawa Timur, pada 5 Juni 2026.

"Alhamdulillah bisa jadi juara lomba tahfidz di Surabaya," katanya.

Prestasi itu tidak diraih dengan mudah. Karlin mengaku harus belajar setiap hari di bawah bimbingan guru dan wali asuh yang kompeten.

Di satu sisi, Karlin mengaku matematika dan bahasa Inggris menjadi mata pelajaran favoritnya. Ia pun bercita-cita menjadi seorang dokter."Saya ingin jadi dokter agar bisa menyelematkan orang," ujarnya.

Bagi Karlin, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk membuka harapan baru."Yang saya syukuri bisa belajar dengan baik. Harapannya sukses dan bisa membanggakan keluarga," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....