Mahasiswa Geruduk DPRD Soroti Krisis Lingkungan Sampang
- 21 Apr 2026 17:59 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Cabang Sampang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sampang, Selasa 21 April 2026. Aksi tersebut dilakukan untuk memprotes maraknya aktivitas tambang galian C yang dinilai merusak lingkungan secara luas.
Aksi ini dipicu oleh keresahan masyarakat yang terus meningkat akibat dampak aktivitas tambang yang tidak terkendali. Mulai dari banjir yang semakin sering terjadi, kerusakan pesisir, hingga menurunnya kualitas lingkungan permukiman warga yang terdampak secara langsung dalam kehidupan sehari hari di berbagai wilayah Kabupaten Sampang saat ini.
Koordinator lapangan aksi, Latifah, menyampaikan bahwa kondisi lingkungan di Kabupaten Sampang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ia menilai kerusakan yang terjadi tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah biasa, melainkan sudah menjadi krisis lingkungan yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya secara menyeluruh.
“Kami turun ke jalan karena kerusakan lingkungan di Sampang sudah tidak bisa ditoleransi lagi, pengawasan pemerintah terlihat sangat lemah terhadap tambang ilegal,” tegas Latifah di tengah aksi yang berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan di sekitar lokasi demonstrasi tersebut pada siang hari.
Menurutnya, lemahnya pengawasan membuat aktivitas tambang galian C terus berkembang tanpa kendali yang jelas. Kondisi ini menyebabkan hilangnya daerah resapan air, menurunnya fungsi ekosistem penyangga, serta meningkatnya risiko bencana seperti banjir yang semakin meluas di berbagai wilayah permukiman masyarakat Kabupaten Sampang saat ini.
"Daya dukung dan daya tampung lingkungan di Kabupaten Sampang telah melampaui batas. Hal ini terlihat dari berbagai kerusakan yang terus terjadi tanpa adanya upaya pemulihan yang signifikan dari pihak terkait sehingga kondisi lingkungan semakin memburuk dari waktu ke waktu tanpa solusi yang jelas,"jelasnya.
Aksi ini menjadi bentuk tekanan nyata dari mahasiswa agar pemerintah tidak lagi mengabaikan persoalan lingkungan.
"Kami akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan tegas terhadap aktivitas tambang yang merusak serta kebijakan yang berpihak pada keselamatan lingkungan dan masyarakat luas di Kabupaten Sampang,"ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....