Aktivitas Tambang Picu Kerusakan Jalan dan Banjir di Sampang

  • 21 Apr 2026 18:03 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Aktivitas tambang galian C di Kabupaten Sampang dinilai menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur jalan dan meningkatnya risiko banjir. Hal tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh PMII Cabang Sampang di depan kantor DPRD Sampang pada Selasa 21 April 2026.

Koordinator lapangan aksi, Latifah, mengungkapkan bahwa mobilisasi material tambang menggunakan kendaraan berat telah merusak jalan kabupaten secara signifikan.

"Kondisi ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut dalam aktivitas sehari hari mereka," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan yang terjadi tidak ditanggung oleh pelaku usaha tambang. Sebaliknya, biaya perbaikan justru dibebankan kepada anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD, sehingga masyarakat harus menanggung dampak kerusakan tersebut melalui penggunaan dana publik yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

“Jalan rusak akibat tambang diperbaiki pakai uang rakyat, bukan oleh pelaku usaha tambang yang menyebabkan kerusakan itu,” tegas Latifah saat menyampaikan orasinya di hadapan massa aksi dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi kegiatan demonstrasi tersebut berlangsung.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan sosial yang nyata di tengah masyarakat. Keuntungan dari aktivitas tambang hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara kerugian berupa kerusakan infrastruktur dan lingkungan harus ditanggung oleh masyarakat luas di Kabupaten Sampang dalam kehidupan sehari hari mereka.

"Selain kerusakan jalan, dampak tambang juga dirasakan di sektor pertanian. Banyak petani mengalami penurunan produktivitas lahan akibat terganggunya sistem aliran air serta rusaknya kondisi tanah yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat di berbagai wilayah pedesaan Kabupaten Sampang saat ini,"terangnya.

Mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tambang yang merusak. Mereka menilai jika tidak ada langkah konkret, maka kerusakan yang terjadi akan terus berlanjut dan berdampak semakin luas terhadap kehidupan masyarakat di masa mendatang secara berkelanjutan dan serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....