Keteladanan dan Portofolio: Kunci Membangun Budaya Literasi sejak Dini

  • 07 Apr 2026 18:28 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Membangun budaya literasi pada anak ternyata tidak memerlukan metode yang rumit, melainkan konsistensi dan keteladanan dari orang tua serta guru.

Pada dialog Literasi Digital RRI Sampang, Selasa, 7 April 2026, Pegiat Literasi, Auliyah Niswa mengingatkan bahwa anak adalah peniru yang baik, sehingga melihat orang dewasa membaca di sela waktu luang jauh lebih efektif daripada sekadar memberi perintah.

“Langkah kecil seperti meluangkan waktu 10 hingga 15 menit untuk membaca bersama tanpa gangguan gawai dapat membangun ikatan emosional anak terhadap buku sejak usia dini,” ucapnya.

Selain kebiasaan membaca, mendorong siswa untuk mulai menulis dan membangun portofolio juga menjadi investasi penting bagi masa depan mereka. Di era saat ini, dunia profesional tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi juga rekam jejak pemikiran yang tertuang dalam tulisan, baik di blog, media sosial, maupun buku fisik.

“Dengan memberikan kebebasan bagi siswa untuk membaca apa yang mereka sukai, seperti novel atau komik, mereka akan lebih mudah jatuh cinta pada proses literasi tanpa merasa tertekan,” katanya.

Auliyah pun mengajak generasi muda untuk berani memulai komunitas literasi kecil di lingkungan pertemanan mereka sendiri. Tidak perlu menunggu arahan formal, gerakan literasi yang kuat seringkali lahir dari diskusi santai antara dua atau tiga orang yang memiliki minat sama. Melalui langkah-langkah kecil yang konsisten ini, diharapkan generasi muda tidak akan hanyut dalam arus informasi, melainkan mampu berdiri tegak dengan bekal kemampuan berpikir kritis yang mumpuni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....