Maulid Nabi Jadi Momentum Meneladani Rasul dan Mempererat Silaturahmi
- 25 Agt 2026 09:54 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meneladani akhlak Rasulullah.
- KH Mahrus Zamroni dari PCNU Kabupaten Sampang menekankan bahwa Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk meneladani Rasulullah dalam menuntut ilmu, menjalankan sunah, serta membangun akhlak dan budi pekerti yang mulia.
- Peringatan Maulid tidak hanya tradisi keagamaan tetapi juga sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
RRI.CO.ID, Sampang - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dengan meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah. Peringatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, KH Mahrus Zamroni, mengatakan Maulid Nabi merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meneladani Rasulullah dalam menuntut ilmu, menjalankan sunah, serta membangun akhlak dan budi pekerti yang mulia. Menurut dia, peringatan Maulid juga menjadi pengingat agar umat Islam terus melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
"Maulid Nabi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah sekaligus memperkuat semangat mengamalkan sunah beliau dalam kehidupan sehari-hari," kata Mahrus Zamroni, Selasa 25 Agustus 2026.
Ia menambahkan, peringatan Maulid juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kesantunan, perdamaian, dan persaudaraan yang diajarkan Rasulullah. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang rukun serta penuh toleransi.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Zain, mengatakan tradisi peringatan Maulid Nabi di wilayahnya masih terjaga hingga kini. Hampir setiap masjid, musala, bahkan rumah warga menggelar peringatan dengan mengundang tetangga dan masyarakat sekitar sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW.
"Tradisi Maulid Nabi bukan hanya memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menjaga kecintaan kepada beliau," ujar Zain.
Menurut dia, tradisi yang dilaksanakan setiap tahun tersebut menjadi sarana menjaga agar ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap hidup serta diamalkan oleh generasi penerus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....