Pemkab Sampang Kembangkan Budidaya Polikultur
- 28 Mar 2026 22:56 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sampang terus mengembangkan budidaya polikultur yang menggabungkan rumput laut, udang, dan bandeng. Program ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pembudidaya di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan DKP Sampang, M. Mahfud, mengatakan aktivitas budidaya tersebut hingga kini masih berjalan dan bahkan direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut, termasuk pengolahan hasil di daerah sendiri.
"Kegiatan budidaya ini masih terus berjalan, dan ke depan memang direncanakan untuk diolah sendiri di Sampang, tidak hanya dijual langsung seperti sebelumnya," ujar M. Mahfud, Sabtu 28 Maret 2026.
| Baca juga: TMMD, Bukti Sinergi TNI dan Pemkab Sampang |
Ia menjelaskan, sebelumnya hasil budidaya langsung dijual tanpa melalui proses pengolahan. Namun, ke depan DKP mendorong adanya nilai tambah melalui pengolahan komoditas di tingkat lokal.
Dalam sistem yang diterapkan, rumput laut dibudidayakan bersama udang dan bandeng dalam satu lokasi. Pola ini dikenal sebagai polikultur dan dinilai memberikan banyak keuntungan.
"Kami mengembangkan rumput laut dengan sistem polikultur bersama udang dan bandeng dalam satu lokasi, sehingga saling memberikan manfaat," ucapnya.
| Baca juga: Zero Waste: Sulap Sisa Dapur MBG jadi Berkah |
Menurut Mahfud, sistem ini terbukti menguntungkan karena terjadi hubungan simbiosis mutualisme antar komoditas. Rumput laut berperan sebagai penyaring alami di perairan, sementara udang dan bandeng mengalami percepatan pertumbuhan.
"Dari hasil monitoring, sistem ini menguntungkan. Bahkan pertumbuhan udang yang biasanya enam bulan bisa dipanen dalam tiga bulan, sedangkan bandeng dari lima bulan menjadi sekitar empat bulan," katanya.
Saat ini, tercatat sekitar 25 pembudidaya telah menjalankan sistem tersebut di sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang. Jumlah ini meningkat dari awal program yang hanya melibatkan beberapa orang saja.
"Awalnya hanya lima orang, kemudian berkembang menjadi sepuluh hingga sekarang sekitar 25 pembudidaya yang ikut menjalankan program ini," tambahnya.
Mahfud juga menyebutkan bahwa program ini masih dalam tahap pengembangan dan percontohan. Pemerintah memberikan bantuan bibit rumput laut untuk mendorong minat masyarakat dalam budidaya tersebut.
"Harga bibit rumput laut sekitar tiga ribu rupiah per kilogram, dengan kebutuhan satu hektare sekitar satu ton. Ini masih tahap awal sebagai percontohan untuk memotivasi masyarakat," ujarnya.
Dengan keberhasilan panen yang telah mencapai beberapa kali, DKP Sampang optimistis budidaya polikultur ini akan terus berkembang dan menjadi salah satu sektor unggulan di bidang perikanan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....