Modal dan Harga Jadi Persoalan Utama Petambak Garam
- 01 Sep 2026 20:00 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Permodalan yang terbatas menjadi hambatan utama petambak garam di Kabupaten Sampang dalam memperbaiki dan merawat tambak mereka.
- Tidak adanya standar harga garam yang jelas di pasaran membuat pendapatan petambak tidak dapat dipastikan setiap musim panen.
- Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sampang mengakui bahwa tidak semua petambak memiliki modal yang mencukupi untuk operasional tambak garam.
RRI.CO.ID, Sampang – Permodalan dan belum adanya standar harga menjadi tantangan terbesar yang dihadapi petambak garam di Kabupaten Sampang. Kondisi tersebut membuat pendapatan petambak sulit dipastikan setiap musim.
Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sampang M. Mahfud mengatakan tidak semua petambak memiliki modal yang cukup untuk memperbaiki maupun merawat tambak garam.
"Tidak semua petambak memiliki kecukupan modal. Selain itu sampai sekarang belum ada harga standar garam sehingga harga sering berfluktuasi," katanya, Selasa 1 September 2026.
Menurut Mahfud, perubahan harga bahkan bisa terjadi dalam hitungan minggu maupun bulan sehingga menyulitkan petambak menentukan keuntungan.
Ia menambahkan, pada beberapa tahun tertentu harga garam sempat sangat tinggi. Namun pada musim berikutnya harga justru turun tajam sehingga menekan pendapatan petambak.
Kondisi tersebut membuat kepastian usaha garam rakyat masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Dinas Kelautan dan Perikanan berharap adanya kebijakan yang mampu menciptakan stabilitas harga sehingga usaha tambak garam menjadi lebih berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....