BPBD Sampang Waspadai Banjir

  • 13 Des 2025 13:48 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: BPBD Kabupaten Sampang menetapkan status siaga darurat sebagai respons atas peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. Ancaman utama yang diwaspadai meliputi banjir rob di wilayah pesisir dan tanah longsor di daerah perbukitan.

BACA JUGA: KPM Diharapkan Jadi Pusat Layanan Kebutuhan Pokok

BACA JUGA: BULOG Hijau Dorong Lingkungan Dan Ekonomi

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan kondisi cuaca saat ini memerlukan kewaspadaan tinggi.

“Fenomena alam kali ini cukup mengkhawatirkan karena terjadi bersamaan antara hujan lebat dan pasang laut,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Hozin, fenomena full moon berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut.

BACA JUGA: Perum BULOG Tanam 250 Jambu Air di Camplong

“Pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan intensitas hujan tinggi dapat memperbesar ancaman bencana,” katanya.

BPBD mencatat tiga kecamatan rawan banjir tahunan, yaitu Kecamatan Sampang, Jrengik, dan Tambelangan. Ketiga wilayah tersebut kini berada dalam status siaga.

BACA JUGA: Bupati Sampang Apresiasi Sejumlah Inovasi OPD

Selain itu, lima kecamatan ditetapkan sebagai kawasan rawan longsor, yakni Jrengik, Tambelangan, Karang Penang, Kedungdung, dan Robatal. Pemantauan rutin dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan tanah.

“Tim BPBD Sampang secara berkala melakukan pemeriksaan lapangan untuk memantau kondisi material tanah yang labil di lokasi-lokasi tersebut,” jelas Hozin.

Untuk mempercepat penanganan darurat, seluruh personel BPBD Sampang disiagakan selama musim hujan. Kesiapan meliputi evakuasi, penyediaan logistik, dan bantuan darurat.

Hozin mengimbau masyarakat segera mengambil langkah preventif, termasuk mengamankan barang berharga dan memperhatikan kondisi lingkungan.

“Warga perlu lebih siaga dan segera melapor jika ada tanda-tanda bahaya,” tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....