Puncak Kemarau Tiba, BPBD Sampang Belum Mulai Droping Air

  • 04 Agt 2026 15:47 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Sampang belum menyalurkan bantuan air bersih meski wilayah telah memasuki puncak musim kemarau di bulan Agustus 2026.
  • Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan melalui surat keputusan yang berlaku sejak 29 Mei hingga 31 Oktober 2026.
  • Droping air baru dijadwalkan dimulai pertengahan Agustus 2026 dengan sasaran 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis.

RRI.CO.ID, Sampang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang belum menyalurkan bantuan air bersih meski wilayah itu telah memasuki puncak musim kemarau. Droping air baru dijadwalkan dimulai pada pertengahan Agustus 2026 dengan sasaran utama 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang Mohammad Hozin mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan melalui surat keputusan yang berlaku sejak 29 Mei hingga 31 Oktober 2026. Hingga awal Agustus, BPBD juga belum menerima laporan permintaan droping air dari desa terdampak.

"Droping air akan dilakukan minggu depan. Wilayah yang masuk kategori kering kritis menjadi prioritas utama dalam pendistribusian air bersih," kata Hozin, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurut Hozin, sebanyak 12 dari 14 kecamatan di Kabupaten Sampang masuk kategori kering kritis. Sementara itu, Kecamatan Pengarengan dan Ketapang tidak masuk kategori tersebut sehingga penanganannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.

BPBD memperkirakan puncak musim kemarau terjadi sepanjang Agustus dan tidak menutup kemungkinan berlanjut hingga September.

"Karena itu, pemerintah daerah tetap menyiapkan distribusi air bersih sebagai langkah antisipasi apabila kebutuhan masyarakat meningkat dalam beberapa pekan ke depan," jelasnya.

Selain menyiapkan droping air, BPBD mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau.

"Langkah itu dinilai penting untuk mengantisipasi penurunan debit sumber air yang diperkirakan terus terjadi hingga akhir musim kemarau,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....