MUI Sampang Prihatin, Kasus Dugaan Rudapaksa Anak Lukai Marwah Madura
- 10 Jul 2026 07:47 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang menyampaikan keprihatinan mendalam atas terungkapnya kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang diduga melibatkan 27 tersangka. MUI menilai peristiwa tersebut menjadi tamparan bagi semua pihak dan harus menjadi momentum memperkuat perlindungan terhadap anak.
Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Sampang, Kiai Haji Mukhlas Fadlil, mengatakan kasus tersebut sangat memprihatinkan karena terjadi di Madura yang selama ini dikenal sebagai daerah religius. Menurutnya, tindakan tidak manusiawi itu tidak boleh terulang dan harus menjadi perhatian bersama.
"Madura yang dikenal sebagai Serambi Madinah, termasuk Sampang di dalamnya, ternyata masih ada warganya yang berperilaku tidak manusiawi seperti itu. Ini harus menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa," ujar Mukhlas, Kamis, 9 Juli 2026.
MUI juga memberikan apresiasi kepada Satreskrim Polres Sampang yang dinilai bergerak cepat mengungkap perkara tersebut. Menurut KH. Mukhlas, langkah kepolisian menangkap para terduga pelaku menunjukkan komitmen penegakan hukum dan perlindungan terhadap korban.
"Saya mendukung dan mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada kepolisian atas gerak cepatnya dalam menangkap para pelaku," katanya.
Lebih lanjut, MUI mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, hingga pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap anak dan remaja. Pengawasan di lingkungan yang dinilai rawan juga perlu ditingkatkan sebagai upaya mencegah tindak kejahatan serupa.
Mukhlas mengimbau masyarakat, khususnya perempuan dan anak, agar lebih berhati-hati dalam bergaul maupun saat beraktivitas di luar rumah. Ia berharap seluruh pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku dan dijatuhi hukuman setimpal agar memberikan efek jera.
"Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini di Sampang. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya agar menjadi pelajaran bagi siapa pun yang berniat melakukan perbuatan serupa," ujarnya, menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....