Lincah di tengah Tradisi: Bangkalan Fun Skate Curi Perhatian Karnaval HUT RI
- 12 Agt 2026 19:54 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Parade skateboard dengan melibatkan puluhan anak dan remaja berlangsung di jalan protokol Bangkalan pada Selasa, 11 Agustus 2026.
- Peserta parade menampilkan formasi lincah dan bergerak percaya diri sambil mengintegrasikan unsur budaya Madura dalam pertunjukan mereka.
- Antusiasme penonton terwujud dalam tepuk tangan meriah dari berbagai penjuru, menunjukkan sambutan positif terhadap event olahraga komunitas ini.
RRI.CO.ID, Bangkalan – Selasa siang, 11 Agustus 2026, riuh suara penonton mengiringi laju roda-roda kecil yang meluncur di jalan protokol Bangkalan. Di tengah parade yang sarat dengan warna budaya Madura, puluhan anak dan remaja tampil berbeda. Mereka bergerak lincah, membentuk formasi, lalu meluncur kembali dengan penuh percaya diri.
Tepuk tangan pun pecah dari berbagai penjuru.
Sesekali, ponsel warga terangkat untuk mengabadikan aksi mereka. Bukan hanya kostum yang menarik perhatian, tetapi juga kelincahan para skater muda yang mampu menyulap jalanan karnaval menjadi arena pertunjukan. Mereka adalah komunitas Bangkalan Fun Skate (BFS).
Kehadiran BFS menjadi salah satu warna tersendiri dalam Karnaval Bangkalan 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun ini, karnaval mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, dengan subtema lokal “Bangkalan Ngangghit” atau Bangkalan Berkarya.
Tema tersebut membawa semangat untuk menampilkan kekayaan budaya lokal Bangkalan. Batik gentongan, tradisi Madura, serta beragam kreativitas masyarakat berpadu menjadi satu dalam parade yang memadati jalanan protokol.
Di tengah kuatnya nuansa tradisi itu, BFS hadir membawa sentuhan berbeda.
Olahraga sepatu roda yang identik dengan kecepatan dan gerak dinamis berpadu dengan semarak karnaval. Puluhan atlet muda, mulai dari usia anak-anak hingga remaja, meluncur dari garis start hingga finish dengan kostum yang disesuaikan dengan tema penampilan.
Namun, penampilan mereka bukan sekadar soal gaya. Helm, pelindung lutut, pelindung siku, dan perlengkapan keselamatan lainnya tetap dikenakan. Bagi BFS, tampil menarik di hadapan masyarakat harus berjalan seiring dengan kesadaran terhadap keselamatan.
Begitu aba-aba dimulai, roda pun bergerak. Barisan para skater perlahan melaju. Beberapa menunjukkan kelincahan melalui manuver, sementara lainnya menjaga formasi agar tetap terlihat kompak.
Di sepanjang rute, aksi tersebut berkali-kali mengundang tepuk tangan penonton.
Anak-anak yang berada di pinggir jalan tampak antusias. Sebagian mengikuti gerakan para skater dengan pandangan penuh rasa ingin tahu. Bagi mereka, kehadiran BFS bukan hanya hiburan, tetapi juga memperkenalkan olahraga yang mungkin belum banyak mereka kenal.
Di balik aksi yang terlihat sederhana itu, terdapat proses panjang.
Ada latihan yang harus dilakukan berulang-ulang. Ada keseimbangan yang harus dipelajari. Ada rasa takut ketika pertama kali jatuh. Dan ada keberanian untuk kembali berdiri dan mencoba lagi.
Karena itulah, BFS mengusung pesan “GOOD PARENTS, SUPPORT GOOD KID” dalam keikutsertaannya pada karnaval tahun ini.
Pesan tersebut menggambarkan pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak-anak mengembangkan minat dan bakat mereka. Dukungan itu bisa hadir dalam bentuk sederhana: mengantar latihan, memberikan semangat, memastikan perlengkapan keselamatan, hingga memberi ruang bagi anak untuk menemukan apa yang mereka sukai.
Bagi seorang anak, sepatu roda mungkin bermula dari permainan. Tetapi dari roda-roda yang terus berputar, mereka belajar tentang disiplin, keberanian, keseimbangan, tanggung jawab, dan bagaimana bangkit ketika terjatuh.
Sahirul Alim, salah satu pelatih BFS, mengaku bangga komunitasnya dapat ikut ambil bagian dalam perayaan daerah tersebut.
“Kami sangat senang dan bangga bisa ikut serta dalam karnaval Pemkab Bangkalan tahun ini. Selain untuk memeriahkan acara daerah, partisipasi ini juga menjadi wadah kami untuk mengenalkan olahraga sepatu roda kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di Bangkalan, bahwa olahraga ini positif, sehat, dan sangat menyenangkan,” ungkapnya.
Bagi BFS, karnaval bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan para atlet muda.
Lebih jauh, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan bahwa olahraga dapat menjadi ruang tumbuh yang positif bagi generasi muda.
Di tengah hiruk-pikuk karnaval, budaya dan olahraga akhirnya bertemu dalam satu parade.
Batik gentongan dan tradisi Madura tetap menjadi identitas yang kuat. Namun, roda-roda sepatu para skater BFS menunjukkan bahwa tradisi tidak harus berjalan sendirian. Ada kreativitas, olahraga, dan semangat generasi muda yang dapat tumbuh berdampingan di dalamnya.
Hari itu, Bangkalan tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval.
Warga juga melihat anak-anak muda melaju dengan penuh percaya diri, membawa semangat untuk berkarya, berolahraga, dan terus bergerak.
Dan ketika roda-roda itu akhirnya berhenti di garis finish, tepuk tangan penonton menjadi penanda bahwa sebuah penampilan sederhana telah meninggalkan kesan.
Lincah di tengah tradisi, BFS membuktikan bahwa semangat anak muda selalu punya cara untuk mencuri perhatian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....